Mendikdasmen Datangi SD di Jagakarsa yang Sempat Diancam Bom

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 10:42 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti memberikan pesan motivasi saat MPLS di SD Srengseng Sawah 15, Jakarta, untuk semangat belajar dan cita-cita siswa. ANTARA/Mecca Yumna
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memberikan motivasi serta tiga pesan bagi para siswa pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Srengseng Sawah 15, Jakarta, Selasa (14/7).

Diketahui SD tersebut sempat mendapatkan ancaman teror bom pada awal pekan ini, atau hari pertama MPLS. Saat itu guru dan murid dievakuasi, dan lokasi disisir gegana. Hasilnya nihil. Sementara itu, pengirim ancaman palsu bom itu telah diamankan kepolisian.

Pada hari ini, Abdul Mu'ti terlihat memantau sekaligus bergabung dalam kegiatan MPLS.

Dia pun sempat ikut senam bersama para guru dan siswa. Dalam sambutannya, Mu'ti berpesan agar anak-anak masuk sekolah kembali dengan semangat yang baru serta antusiasme untuk bertemu teman-teman baru yang menyenangkan dan baik.

"Nilai rapotnya apa saja tidak terlalu penting. Yang penting kalian semuanya semangat untuk belajar. Oke? Karena itu sekali lagi, selamat kembali ke sekolah dengan semangat yang baru," katanya.

Kedua, katanya, anak-anak perlu memiliki cita-cita, karena mereka adalah harapan bangsa dan negara.

Mu'ti memanggil sejumlah siswa baru ke panggung dan menanyakan cita-cita mereka. Seorang siswa bernama Olivia bercita-cita menjadi dokter umum. Kemudian, Ray bercita-cita menjadi astronot, dan Yusuf bercita-cita menjadi polisi.

"Apapun bercita cita itu adalah harapan yang ingin kalian capai Kalau nanti sudah dewasa," katanya.

Ketiga, kata Mu'ti, adalah membiasakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Dia pun memanggil satu anak yang hapal tujuh kebiasaan tersebut, dan Arka dari kelas 3A maju untuk menjawab pertanyaan tersebut.

"Bangun pagi, berolahraga, makan bergizi, bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, beristirahat, bermasyarakat," kata Arka, yang mendapat hadiah sebuah tas dari Mu'ti.

Setelah memberikan pesan, Mu'ti pun berinteraksi dengan para siswa, seperti menanyakan makanan favorit, jenis olahraga yang disukai, dan lain-lain. Kemudian, dia juga menyempatkan diri makan bersama anak-anak.

"Alhamdulillah semuanya suasana ceria dan juga mereka juga semangat untuk kembali belajar," katanya.

Menteri Mu'ti mengapresiasi dukungan dari para mitra, seperti Polri, dinas pendidikan, para guru dan orang tua murid.

Dalam MPLS itu, Polri juga memberikan edukasi tentang sekolah yang aman serta bermain bersama para siswa.

Terkait ancaman teror bom pada awal pekan ini, polisi telah menangkap pria inisial MY (34).

Dari pemeriksaan polisi, selain ke sekolah, terduga pelaku juga juga sempat mengirim pesan ancaman teror bom ke ketua RT tempat pelaku tinggal. Pesan itu serupa dengan yang dikirim MY ke pihak SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Sebelumnya yang bersangkutan juga pernah mengirimkan WA yang sama ke ketua RTnya. Iya (WA soal ancaman bom) sebelumnya bukan dalam waktu berdekatan," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam wawancara dengan CNNIndonesia TV, Senin kemarin.

Iman mengatakan saat kejadian itu, Ketua RT langsung mengajak pelaku untuk berkomunikasi setelah mendapat pesan ancaman.

"Karena pak RT-nya kenal dengan yang bersangkutan sehingga langsung diajak komunikasi. Kejadiannya sudah lama, baru terungkap setelah kami lakukan pengamanan pasca yang bersangkutan mengirimkan teror ancaman bom ke sekolah," ucap dia.

Dari hasil penyelidikan, motif pelaku melakukan aksinya hanya sekadar iseng semata. Namun, Iman membeberkan pelaku juga mengakui ada unsur kekecewaan di balik aksinya tersebut.

"Temuan awal hasil penyelidikan dan penyidikan kami sementara hanya menyampaikan karena keisengan, tapi sempat juga menyampaikan ada kekecewaan secara pribadi, tapi kekecewaan dalam hidupnya bukan terhadap sekolah," tutur Iman.

Sebelumnya, teror ancaman bom terjadi di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (13/7). Teror ini terjadi di hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menyebut kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di sekolah tersebut juga telah dibubarkan setelah mendapatkan teror ancaman bom.

Nurma juga memastikan situasi dan kondisi di sekolah tersebut telah aman setelah mendapat pesan teror ancaman bom. Ini berdasarkan penyisiran yang dilakukan oleh tim Gegana, Densus 88 Polri, BNPT hingga anjing pelacak atau K9.

"Jadi semua sudah menyatakan aman baik dari Gegana kemudian juga Densus 88 dan anjing pelacak yang tadi ya sudah melakukan tugasnya 4 jam menyatakan aman ," kata Nurma.

(antara/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK