Istana Sebut Presiden Tak Ingin Kasus Febrie Ganggu Stabilitas Ekonomi

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2026 13:20 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kiri) berjalan bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin (kanan) usai memberikan keterangan pada pertemuan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengakui Presiden Prabowo sempat memanggil Jaksa Agung ST Burhanuddin usai eks Jampidsus Febrie Adriansyah resmi ditetapkan sebagai tersangka, Sabtu (11/7). (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto sempat memanggil Jaksa Agung ST Burhanuddin usai eks Jampidsus Febrie Adriansyah resmi ditetapkan sebagai tersangka, Sabtu (11/7).

Menurut Pras, Jaksa Agung hadiri rapat terbatas bersama Presiden malam setelah Febrie diumumkan menjadi tersangka di tiga kasus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya kan karena ada sebuah kejadian ya tentu beliau ingin mendapatkan laporan," ungkap Pras usai rapat di Komisi XIII DPR, Rabu (15/7).

Politikus Partai Gerindra itu tak mengungkap detail isi pembicaraan dalam pertemuan tersebut. Namun, Pras mengakui Presiden tak ingin kasus Febrie mengganggu stabilitas politik dan ekonomi.

"Membangun ekonomi itu salah satunya stabilitas. Nah syarat stabilitas ya tentunya kita berharap mengurangi meminimalisir kegaduhan-kegaduhan. Jadi semangatnya itu," ujar dia.

Febrie sebelum resmi menjadi tersangka dalam tiga kasus dugaan korupsi hingga tindak pidana pencucian uang. Masing-masing yakni kasus pengelolaan investasi PT Asabri, proyek pembangunan di PT Krakatau Steel, dan dugaan korupsi pasokan batu bara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN.

Dalam kasus ini, penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menduga Febrie Adriansyah melakukan penyalahgunaan wewenang saat menjabat sebagai Jampidsus, termasuk menerima suap atau gratifikasi terkait proses penanganan perkara-perkara besar tersebut

Namun, usai ketegangan buntut penetapan Febrie, kasus tersebut kini telah dialihkan penanganannya ke Kejaksaan Agung.

(thr/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]