TNI: Ledakan Gupusmu Terjadi Saat Proses Perawatan Amunisi

CNN Indonesia
Jumat, 17 Jul 2026 06:00 WIB
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono saat jumpa pers di Malacca Toast, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026) (ANTARA/Walda Marison)
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengonfirmasi ledakan gudang munisi di Madiun terjadi saat perawatan amunisi. (ANTARA/Walda Marison)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadisenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan peristiwa ledakan Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) TNI di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terjadi saat prajurit sedang melakukan perawatan dan pemeliharaan amunisi.

"Berdasarkan laporan awal yang kami terima, insiden terjadi saat personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan," kata Donny saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (16/7).

Namun, dia tidak bisa menjelaskan secara rinci apa penyebab utama meledaknya gudang munisi itu. Dia juga tidak bisa menjelaskan secara rinci jenis munisi yang menjadi pemicu utama terjadinya ledakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat insiden itu, satu prajurit tewas dan enam orang lainnya mengalami luka ringan hingga berat.

"Seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus melaporkan secara prosedural dan berjenjang," ucapnya.

Doni mengatakan, pihaknya telah membentuk tim investigasi untuk mencari tahu penyebab meledaknya gudang amunisi tersebut.

"Kami membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman dan investigasi secara menyeluruh guna mengetahui secara pasti kronologis maupun penyebab insiden tersebut," ungkap Donny.

Saat ini, pihaknya bergantung kepada tim investigasi yang dikirim ke Madiun untuk mencari tahu penyebab utama meledaknya gudang munisi itu.

"Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara optimal serta menghindari spekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai," kata Donny.

(antara/isn) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]