Malam Hari, Gus Ipul Beri Motivasi Siswa Baru Sekolah Rakyat DKI

Kemensos | CNN Indonesia
Minggu, 19 Jul 2026 11:05 WIB
Arsip Kemensos
Foto: Arsip Kemensos
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyambangi siswa-siswi Sekolah Rakyat DKI Jakarta pada Sabtu (18/7) malam, bertepatan dengan akhir pekan pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul berdialog langsung dengan para siswa sekaligus memberikan motivasi agar mereka cepat beradaptasi dan merasa nyaman tinggal di lingkungan Sekolah Rakyat.

"Memang hari pertama, kedua, ketiga, kadang-kadang masih ingat orang tua, masih belum bisa mengikuti jadwal yang padat, tapi percayalah nanti satu bulan, dua bulan yang akan datang, anak-anakku akan bisa mengikuti proses pembelajaran di sekolah rakyat. Ini bukan tahun pertama, sudah ada kakak-kakakmu yang lebih dulu," ujar Gus Ipul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para siswa-siswi yang duduk rapi usai makan malam menyimak dengan baik pesan tersebut. Gus Ipul lantas menanyakan kesan mereka di masa-masa awal pembelajaran dengan fasilitas yang tersedia.

"Lihat sarana dan prasarananya gedung permanen Sekolah Rakyat. Belum semuanya selesai dibangun, tapi anak-anakku sudah bisa melihat dan merasakan. Bagaimana gedung ini menurut kalian?," tanya Gus Ipul.

"Bagus," jawab seluruh murid dengan semangat.

Untuk itu, ia berharap semoga para siswa siswi baru dapat memanfaatkan gedung permanen dengan baik.

Usai bertanya tentang pengalaman pertama tinggal di sekolah rakyat, Gus Ipul juga menceritakan tentang suka duka angkatan pertama. Banyak yang sebelumnya tidak percaya diri dan kurang optimistis menatap masa depan. Namun setelah diajari dan dibimbing, sebagian di antaranya malah menorehkan prestasi.

"Oleh karena itu tidak perlu kecil hati, tidak perlu rendah diri semuanya harus semangat karena nanti akan dibimbing oleh para guru-guru yang hebat, akan didampingi oleh para wali asuh dan wali asrama," katanya.

Gus Ipul juga mengatakan setiap siswa Sekolah Rakyat berharga. Karena setiap siswa adalah ciptaan Tuhan dan setiap ciptaan-Nya pasti memiliki bakat dan kelebihan tersendiri.

"Setiap siswa Sekolah Rakyat berharga tidak dibeda-bedakan," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga mempersilakan kepada siswa dan siswi yang ingin berbicara di depan. Calysta (12) menjadi salah satu siswa yang menceritakan pengalaman pertamanya ketika di sekolah.

"Pertama nangis, kedua kangen orang tua, ketiga sudah terbiasa," ujarnya disambut tepuk tangan teman-temannya.

Selain Calysta, ada Jessi yang dulu sempat putus asa karena tidak dapat melanjutkan pendidikan. Ayah Jessi bekerja sebagai ojek online dan ibunya seorang IRT. Namun, berkat hadirnya Sekolah Rakyat, ia dapat melanjutkan pendidikan.

"Sebelum masuk ke sini saya berdoa apakah saya masih punya masa depan yang layak untuk ke depannya atau saya berhenti sampai di titik ini saja. Tapi ketika saya berdoa kemudian ditemukan jawabannya dengan Sekolah Rakyat ini," ucap Jessi.

Di sini, ia mulai bangkit untuk kembali meraih masa depannya. Sebelumnya ia juga sempat merasakan kekhawatiran sebagai minoritas karena berbeda keyakinan dengan teman-temannya.

"Jadi waktu awal ke sini jujur saya kenal teman-teman pada hari pertama, mereka sangat welcome sama saya padahal bisa dibilang kami berbeda keyakinan, tapi mereka sangat merangkul dan baik," ucapnya.

Ia juga menceritakan ketika teman-temannya dibangunkan untuk salat tahajud, ia juga terbiasa ikut bangun dan beribadah. Justru hal itu membuatnya dapat mengobati rindunya terhadap keluarga.

Dari hal itu Gus Ipul kembali mengingatkan bahwa di Sekolah Rakyat tidak boleh ada perundungan, menghina suku maupun agama, dan melakukan kekerasan fisik dan seksual.

"Tidak boleh juga melakukan tindakan intoleransi yang tidak mau menghormati siapapun," tegasnya.

Menutup pertemuan, Gus Ipul mengajak para siswa dan siswi untuk berdoa bersama. Selain itu, ia juga meninjau asrama dan gedung permanen Sekolah Rakyat

Sebagai informasi, saat ini hasil penjangkauan siswa baru di Sekolah Rakyat DKI Jakarta terdapat 90 siswa jenjang SMA, 90 siswa jenjang SMP dan 27 siswa jenjang SD.

(inh) Add as a preferred
source on Google