2 Korban Luka Akibat Bentrokan Berdarah di Adonara Masih Dirawat

CNN Indonesia
Minggu, 19 Jul 2026 17:40 WIB
Bentrokan antara dua kelompok pemuda Desa Narasosina dan  Dusun Bele, Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.
Dua dari tujuh korban akibat mengalami luka-luka saat terjadi bentrokan berdarah di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Larantuka dan Lewoleba, Lembata. (CNN Indonesia/Elly)
Kupang, CNN Indonesia --

Dua dari tujuh korban akibat mengalami luka-luka saat terjadi bentrokan berdarah di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Larantuka dan Lewoleba, Lembata.

Wakapolres Flores Timur, Kompol Ketut Mastina mengatakan dalam konflik berdarah yang pecah pada Sabtu (18/7) pagi antara dua kelompok pemuda dari Desa Narasasosina dan Desa Waiburak itu ada tujuh orang korban luka.

Dari tujuh korban luka tersebut empat di antaranya dirujuk ke RSUD Larantuka dan dievakuasi ke Lewoleba, Lembata untuk menjalani perawatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan tiga korban luka lainnya setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Pratama Adonara sudah langsung diperbolehkan pulang oleh medis.

Dua warga korban luka yang masih dirawat itu adalah Purnama (19) dirawat di RSUD Lewoleba dan Anwar Sabon di rawat di RSUD Larantuka. Namun kondisi mereka telah stabil.

"Korban luka-luka yang masih dirawat dari empat orang sebelumnya kini tinggal dua orang. Dua diantaranya telah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, satu dirawat di Lewoleba, Lembata dan satu lagi di RSUD Larantuka," kata Ketut.

Mastina menyebut tiga korban tewas dalam bentrokan berdarah juga telah dimakamkan oleh keluarga. Dua jenazah korban yakni Nayamudin Iskandar (21) warga Desa Waiburak dan Petrus Kopong Epit warga Desa Narasaosina telah dimakamkan pada Sabtu (18/7).

Sedangkan jenazah korban lainnya bernama Hope (60) dimakamkan pada Minggu (19/7) pagi.

Terpisah, Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra mengatakan untuk memperketat pengamanan di lokasi bentrok ada tambahan personil brimob dari Kompi 4 Batalyon B Maumere sebanyak 34 personil.

Selain itu pada Minggu (19/7) juga telah diberangkatkan satuan brimob dari Polda NTT sebanyak 100 personil yang terdiri dari pasukan pelopor brimob dan penjinak bom dari gegana.

"Total anggota Brimob yang ditambah untuk penebalan personil lebih dari seratus orang dan semuanya telah tiba di Adonara untuk melakukan pengamanan bersama anggota Polres Flores Timur, Polsek Adonara Timur, dan TNI dari Kodim 1624 dan Koramil setempat," katanya.

Adhitya mengklaim sampai sore ini situasi keamanan terjadinya bentrokan berdarah sudah kondusif.

Sebelumnya dilaporkan bentrokan berdarah antara dua kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, yang terjadi pada Sabtu (18/7) pagi sekitar pukul 06.30 wita telah merenggut tiga nyawa, 20 rumah dibakar massa dan 7 orang mengalami luka-luka.

Dari tujuh yang mengalami luka-luka, dua orang dirujuk ke RSUD Larantuka dan dua lagi dievakuasi ke Lewoleba, Kabupaten Lembata.

Polisi pun masih menyelidiki penyebab terjadinya bentrokan berdarah antara dua kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak tersebut.

(fra/ely/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]