Walhi Ungkap Popok Dominasi Sampah di Pantai Sidem Tulungagung
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur menyebut limbah popok sekali pakai menjadi jenis sampah paling banyak mencemari Pantai Sidem, Kabupaten Tulungagung, disusul kemasan plastik sachet dan gelas air minum kemasan.
Kesimpulan itu disampaikan Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Jawa Timur Lucky Wahyu Wardana usai bersama sejumlah pihak dan relawan penggiat lingkungan melakukan audit aneka sampah plastik hingga limbah B3 yang mencemari Pantai Sidem Tulungagung, sehari sebelumnya (Sabtu, 18/7).
Hasilnya, volume temuan popok sekali pakai mencapai 52 kilogram atau menjadi jenis sampah terbanyak dari total 153,63 kilogram sampah anorganik yang berhasil diidentifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Temuan ini menjadi dasar untuk mendorong produsen bertanggung jawab terhadap sampah kemasan yang mereka hasilkan," kata Lucky, Minggu (19/7).
Selain popok sekali pakai, Walhi mencatat kemasan sachet bermerek mencapai sekitar 10 kilogram dengan dominasi produk Mie Sedaap dan Luwak White Coffee.
Pada kategori gelas air minum dalam kemasan (AMDK), merek club menjadi yang paling banyak ditemukan sebanyak 101 kemasan, sedangkan kemasan kertas didominasi Pop Mie sebanyak 54 kemasan.
Audit juga menemukan kantong plastik sekali pakai tanpa merek mencapai sekitar 34 kilogram.
Menurut Lucky, identifikasi merek dilakukan untuk mengetahui produsen yang paling banyak menyumbang sampah kemasan sehingga dapat menjadi dasar advokasi pengurangan plastik sekali pakai.
Manajer Kebijakan Publik Walhi Jawa Timur Siti Mutmainnah mengatakan persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga produsen.
Ia menjelaskan produsen berkewajiban menyusun peta jalan pengurangan sampah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 75 Tahun 2019.
"Hasil audit ini akan menjadi bahan advokasi agar produsen mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai dan beralih pada sistem yang lebih ramah lingkungan," katanya.
Pantai Sidem dipilih sebagai lokasi audit karena merupakan muara Sungai Niyama yang membawa aliran sampah dari wilayah hulu.
Berdasarkan pengamatan tim, sebagian besar sampah diduga terbawa arus sungai sebelum akhirnya terdampar di pesisir.
Temuan tersebut diperoleh melalui kegiatan bersih pantai dan audit merek yang digelar Walhi Jawa Timur bersama Aliansi Lingkar Wilis Indonesia (ALWI), Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Mangkubumi, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Himalaya, dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Aksara dalam rangka kampanye Plastic Free July.
Dari kegiatan itu, tim mengumpulkan 22 karung sampah dengan berat total 252,15 kilogram, kemudian memilah dan mengaudit 153,63 kilogram sampah anorganik.
(antara/fra) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

