Kemarau Ekstrem, Krisis Air Bersih di 5 Kecamatan Kabupaten Tangerang

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jul 2026 21:25 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat lima kecamatan mengalami krisis air bersih dampak musim kemarau ekstrem 2026. (CNN Indonesia/Dodi)
Tangerang, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat lima kecamatan mengalami krisis air bersih dampak musim kemarau ekstrem 2026.

Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Curug, Panongan, Legok, Jambe, dan Tigaraksa. Namun, tidak seluruh desa dan kelurahan di lima kecamatan tersebut mengalami kondisi yang sama.

"Saat ini baru lima kecamatan. Tepi tidak seluruh desa/kelurahan dari lima kecamatan itu mengalami krisis air bersih," kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik, Rabu (22/7).

Menurutnya, kelima kecamatan tersebut sebelumnya telah masuk dalam zona rawan kekeringan yang dipetakan BPBD. Berdasarkan hasil kajian kebencanaan, kata Taufik, sekitar 20 kecamatan di Kabupaten Tangerang memiliki potensi terdampak kekeringan selama puncak musim kemarau.

"Dari hasil kajian memang potensi-potensi itu sudah dibuat. Kejadian yang terjadi di Kabupaten Tangerang adalah bencana kebanjiran, bencana puting beliung, termasuk di dalamnya adalah kekeringan. Kurang lebih sekitar 20 kecamatan mengalami rawan kekeringan," jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD mulai menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak. Penyaluran dilakukan berdasarkan permohonan dari pemerintah desa maupun kelurahan agar distribusi bantuan tepat sasaran.

Selain itu, kata Taufik, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Perumda Air Minum Tirta Kerta Raharja (TKR), guna memastikan ketersediaan pasokan air bersih apabila dampak kekeringan semakin meluas.

"Kita antisipasi sambil berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait. Contohnya dengan Perumdam agar nanti bisa bantu menyiapkan air bersih sebagai bantuannya," katanya.

Taufik menyebut BPBD juga menyiagakan personel dan armada di 14 pos pemadam kebakaran yang beroperasi secara bergiliran selama 24 jam.

"Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) siaga penuh menerima laporan darurat 24 jam, baik dari pos lapangan maupun laporan langsung dari masyarakat," ujarnya.

(dod/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK