KAI Minta Maaf Palang PintuTak Tertutup saat Kereta Lewat

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 02:45 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun pun meminta maaf dan memastikan insiden itu terjadi akibat kelalaian petugas jaga perlintasan. (KAI Daop 7)
Surabaya, CNN Indonesia --

Sebuah video insiden palang pintu perlintasan yang tidak tertutup saat Kereta Api 152 Brantas melintas di kawasan Simpang Mengkreng, Kertosono, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, viral di media sosial.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun pun meminta maaf dan memastikan insiden itu terjadi akibat kelalaian petugas jaga perlintasan.

Dalam video yang beredar, terlihat ada dua truk trailer nyaris disambar KA 152 Brantas di perlintasan Simpang Mengkreng, Kertosono. Palang pintu terlihat tidak menutup meski kereta sudah melintas. Terlihat juga warga tampak berusaha membangunkan petugas jaga yang diduga tertidur di pos penjagaan.

Beruntung truk yang nyaris terjebak di perlintasan itu masih bisa melalui perlintasan begitu diperingatkan warga sekitar. Insiden tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun kecelakaan.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari membenarkan kejadian tersebut berlangsung di JPL 303A KM 213+705 petak jalan Kertosono-Papar, Rabu (22/7) pukul 01.48 WIB. Palang pintu tidak tertutup saat KA 152 Brantas relasi Pasarsenen-Blitar melintas.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kejadian tersebut disebabkan petugas jaga perlintasan tidak melaksanakan prosedur pengamanan perlintasan sebagaimana mestinya," kata Tohari dalam keterangan tertulisnya.

Setelah menerima informasi dari awak KA, KAI Daop 7 Madiun langsung berkoordinasi dengan PPKA Kertosono, Unit Jalan dan Jembatan (JJ) 7.3 Kertosono, serta petugas pengamanan.

Petugas yang bersangkutan kemudian melanjutkan tugas dengan pengawasan dan pendampingan langsung dari petugas Unit JJ 7.3 Kertosono untuk memastikan pengamanan perlintasan berjalan sesuai prosedur.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang timbul akibat kejadian ini. Keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama KAI. Kami tidak mentoleransi setiap bentuk pelanggaran terhadap prosedur operasional yang dapat berpotensi menimbulkan risiko keselamatan," ucapnya.

Tohari menjelaskan petugas yang bersangkutan telah dilakukan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku. Kejadian ini juga menjadi bahan evaluasi pihaknya untuk memperkuat disiplin, meningkatkan pengawasan, serta memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

"Kami akan terus memperkuat pembinaan dan pengawasan kepada seluruh petugas perlintasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. KAI berkomitmen menjaga keandalan operasional dan memberikan pelayanan yang mengedepankan aspek keselamatan," ucapnya.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat dampak terhadap keselamatan perjalanan kereta api maupun keterlambatan perjalanan KA. KAI Daop 7 Madiun akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan sebagai bagian dari komitmen perusahaan mewujudkan operasional perkeretaapian yang selamat, aman, dan andal.

KAI Daop 7 Madiun juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati setiap akan melintasi perlintasan sebidang kereta api, baik yang dijaga maupun tidak dijaga, serta yang dilengkapi palang pintu maupun tidak.

Tohari menegaskan palang pintu perlintasan bukan alat pengamanan utama bagi pengguna jalan, melainkan hanya alat bantu untuk mengamankan perjalanan kereta api. Karena itu, keselamatan tetap menjadi tanggung jawab setiap pengguna jalan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu disiplin saat akan melintasi perlintasan sebidang. Jangan bergantung pada keberadaan palang pintu, karena palang pintu hanyalah alat bantu. Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan aman, kemudian baru melanjutkan perjalanan," ujarnya.

(frd/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK