Apa Tugas Universitas Republik Indonesia yang Baru Dibentuk Prabowo?

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 07:17 WIB
Kepala BGN Sudaryono (kedua kiri), Gubernur Universitas RI Donny Ermawan Taufanto (tengah) dan Wakil Gubernur Universitas RI Yos Sunitiyoso mengucapkan sumpah saat pelantikan pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Presiden Prabowo
Prabowo melantik Donny dan Yos sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI). (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto melantik Donny Ermawan dan Yos Sunitoyoso sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur untuk lembaga baru yang diberi nama Universitas Republik Indonesia (URI), Rabu (22/7).

Memimpin lembaga baru, Donny kini merangkap jabatan sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Sedangkan, Yos, adalah seorang ilmuwan dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sementara, URI disebut-sebut disiapkan sebagai lembaga untuk melahirkan para calon pemimpinan instansi pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, beliau ingin mengkonsolidasikan, mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini," kata Donny usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7).

Di bawah URI, Prabowo akan mendirikan 10 kampus unggulan Garuda. Sementara Gubernur URI akan membawahi tiga lembaga, yakni Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan yang membawahi lagi Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara.

Saat ini, dari ketiganya, baru ada LAN yang akan diberi tugas baru untuk melakukan pembinaan terhadap para calon pegawai BUMN, dari semula para ASN.

"Jadi penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara," kata Donny.

Nantinya, tambah Donny, kampus URI akan dibangun di Bogor, Jawa Barat. Lahannya akan diambil dari bekas perkebunan sawit PTPN. Kampus tersebut akan berjalan seperti kampus pada umumnya dengan lulusan sarjana.

Sementara, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, URI mengadopsi sebuah lembaga-lembaga yang disiapkan untuk melahirkan para calon pemimpinan di banyak negara lain.

Di Perancis, katanya, ada École nationale d'administration (ENA), yang kini telah berubah menjadi Institut National du Service Public (INSP), sebuah lembaga pendidikan bagi calon pejabat pemerintahan.

Melalui model serupa, pemerintah berharap para calon pemimpin di Indonesia memiliki kemampuan teknis sekaligus wawasan kebangsaan yang kuat.

"Sehingga diharapkan semua memiliki kemampuan secara teknis maupun yang paling penting itu wawasan kebangsaan. Kita ini semua menjalankan amanah Untuk kepentingan kebangsaan dan negara," kata Prasetyo.

(thr/dal) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]