Kepala BNN Tegaskan Komitmen Kawal Visi Prabowo Berantas Narkoba

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 18:43 WIB
Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, dalam acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Lido Bogor pada Kamis (23/7/2026) (dok BNN)
Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, dalam acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Lido Bogor pada Kamis (23/7). (dok BNN) (arsip foto BNN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Suyudi Ario Seto, menyatakan BNN siap mengawal kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto dalam pemberantasan narkoba.

Suyudi menegaskan BNN siap berada di garis depan dan siap berkolaborasi dengan berbagai lembaga untuk pemberantasan narkoba.

"BNN RI siap berada di garis depan mengawal kebijakan Bapak Presiden, memperkuat kolaborasi nasional dan internasional, serta terus bertransformasi menjadi institusi yang semakin profesional, modern, adaptif, humanis, dan tepercaya," kata Suyudi pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Lido, Bogor, Kamis (23/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suyudi mengungkap komitmen BNN meningkatkan upaya pemberantasan narkoba. Dia mengatakan pemberantasan narkoba dilakukan BNN secara profesional dan berkelanjutan.

"Kami menegaskan kembali komitmen BNN RI untuk terus meningkatkan seluruh daya upaya dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika secara tegas, profesional, terukur, dan berkelanjutan," ujarnya.

Lebih lanjut, Suyudi mengatakan pemberantasan narkoba merupakan hal penting untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Dia menegaskan hal itu merupakan salah satu upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Dengan dukungan serta sinergi seluruh komponen bangsa, kami meyakini Indonesia mampu membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, kuat, dan berdaya saing tinggi sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Generasi Muda Bebas Narkoba

Peringatan HANI 2026 menjadi momentum bagi BNN untuk memperkuat pendekatan dalam menangani persoalan narkoba, mulai dari pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, hingga pemulihan penyalahgunaan narkotika di Indonesia.

HANI 2026 mengusung tema "Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045". Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, pemangku kepentingan, serta berbagai elemen masyarakat.

Suyudi mengatakan Indonesia tengah berada dalam fase penting untuk mempersiapkan generasi yang akan membawa bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam menghadapi bonus demografi.

"Bapak, Ibu, hadirin yang kami hormati, bangsa Indonesia sedang berada pada fase yang sangat menentukan. Kita tengah mempersiapkan generasi yang akan mengisi puncak bonus demografi dan membawa Indonesia menuju kisah besar Indonesia emas 2045," ujar Suyudi.

"Untuk itu mewujudkan, kita membutuhkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berkarakter dan memiliki daya saing yang tinggi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Suyudi mengatakan pemerintah telah membangun berbagai program untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Upaya tersebut diwujudkan melalui sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, penguatan pangan nasional, hingga pelatihan vokasi.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia juga perlu diiringi dengan perlindungan terhadap generasi muda dari berbagai ancaman, termasuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

"Namun di tengah ikhtiar besar tersebut, narkotika tetap menjadi salah satu ancaman serius yang dapat merusak kualitas generasi, menghancurkan keluarga, meningkatkan beban sosial dan kesehatan serta melemahkan ketahanan bangsa. Narkotika tidak hanya merampas kesehatan seseorang, narkotika merampas masa depan keluarga, merusak kualitas generasi dan akhirnya mengancam masa depan bangsa," ucap Suyudi.

Lengkapnya baca di sini.

(tim) Add as a preferred
source on Google