Troy Pantouw Disebut Lagi Sibuk Persiapkan HUT RI di IKN Sebelum Wafat
Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Troy Pantouw, disebut sedang sibuk mempersiapkan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di IKN sebelum meninggal dunia.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto.
Bimo mengatakan jajaran Otorita IKN saat ini tengah fokus mempersiapkan berbagai kegiatan untuk perayaan HUT ke-81 RI yang akan digelar pada Agustus 2026 di kota Nusantara.
"Kita semua fokus di bulan Agustus nanti kita akan menjalankan rangkaian kegiatan-kegiatan yang ada di Nusantara," ujar Bimo di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (26/7).
Troy menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam persiapan rangkaian kegiatan tersebut. Bimo mengatakan dirinya sedang sering berkomunikasi secara intens dengan Troy untuk membahas persiapan perayaan HUT RI. Komunikasi terakhir keduanya berlangsung pada Jumat (24/7) siang.
Bimo mengatakan Troy masih dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan keluhan apa pun saat komunikasi terakhir tersebut.
Sosok inspiratif
Romeo Matthew Pantouw, mengungkap mendiang ayahnya merupakan sosok yang inspiratif.
Romeo mengatakan Troy tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam berbagai kesempatan.
Menurut dia, Troy merupakan sosok yang sangat menginspirasi, termasuk dalam perjalanan pendidikannya sebagai mahasiswa pascasarjana komunikasi di Universitas Indonesia (UI).
"Sosok yang sangat inspiratif. Beberapa kali saya pribadi berkolaborasi dengan beliau untuk beberapa proyek, terutama dalam hal komunikasi. Beliau tidak hanya mengerti teori, tapi juga praktisi komunikasi yang sangat luar biasa," ujar Romeo di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (26/7).
Romeo mengaku sangat mengagumi sang ayah karena kemampuan komunikasi yang dimilikinya.
Menurut dia, kemampuan tersebut tidak hanya diterapkan dalam menjalankan tugas di OIKN, tetapi juga dalam kehidupan keluarga.
"Saya sangat terinspirasi dengan beliau. Tidak hanya dengan teori-teorinya, tapi beliau betul-betul mempraktikkan komunikasinya secara baik di dalam OIKN, maupun terhadap kami keluarganya sendiri. Beliau sangat kami banggakan," ujar Romeo.
Romeo juga mengenang sikap Troy yang tidak pernah berhenti belajar dan selalu berusaha beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Lihat Juga : |
Troy disebut juga ahli dalam mengembangkan jaringannya. Di saat yang sama, ia juga tetap menjadi pribadi yang rendah hati.
"Jadi itu buah-buah yang saya pelajari secara betul-betul. Tidak melalui perkataan beliau, tapi melalui tindakan beliau selama beliau hidup," ujar Romeo.
Romeo mengungkapkan sang ayah tidak memiliki riwayat penyakit serius. Menurut Romeo, keluarga masih sempat berdoa bersama melalui conference call pada malam sebelum Troy meninggal dunia. Romeo kemudian menceritakan kronologi saat keluarga mengetahui Troy meninggal dunia.
Pada Sabtu (25/7) pagi, sopir Troy disebut sudah berjaga karena akan mengantar almarhum ke sebuah acara di IKN.
Namun, hingga sekitar pukul 11.00-12.00 WITA, Troy tidak kunjung keluar dari kamar meski seharusnya sudah turun untuk berangkat.
"Akhirnya kami pun berkontak, driver kami dengan ibu saya, dengan saya juga, video call," ujar Romeo.
Lihat Juga : |
Upaya menghubungi Troy tidak membuahkan hasil. Pemadam kebakaran pun dipanggil untuk mendobrak pintu kamar setelah upaya membuka pintu menggunakan passcode juga tidak berhasil. Troy ditemukan sudah tidak bernapas.
Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Hermina di IKN. Namun, dokter menyatakan Troy telah meninggal dunia. Romeo mengaku belum mendapatkan informasi secara detail mengenai penyebab kematian ayahnya.
Namun, berdasarkan informasi yang diketahui keluarga, Troy meninggal secara wajar. Tidak ada lebam dan tanda-tanda kekurangan oksigen dari almarhum.
(eip/dal)