Pemakaman Terduga Curi Ayam di Tabanan Diwarnai Tangis Pilu Keluarga

CNN Indonesia
Minggu, 26 Jul 2026 16:48 WIB
Ilustrasi. Pemakaman KD, pria tewas dikeroyok usai diduga mencuri ayam, diwarnai tangis keluarga. Kepala Desa menyesalkan tindakan main hakim sendiri. (Foto: iStockphoto/Dmitriy Yermishin)
Denpasar, CNN Indonesia --

Pemakaman KD, pria yang tewas dikeroyok massa usai diduga mencuri ayam di Tabanan, Bali, diwarnai tangis pilu keluarga.

Sebuah video yang viral di media sosial merekam anak perempuan dari korban pengeroyokan itu menangisi jasad ayahnya.

I Made Sutama selaku Perbekel atau Kepala Desa Sidetapa, desa asal korban, mengonfirmasi peristiwa pilu tersebut.

Dia berkata korban diketahui meninggalkan tiga orang anak. Anak pertama telah berkeluarga, sementara anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMA dan anak bungsunya masih bersekolah di kelas 1 SD.

"Anaknya ada tiga. Satu masih sekolah SD dan satu masih sekolah SMA yang paling besar sudah menikah," kata Sutama saat dihubungi Minggu (26/7).

Ia menyayangkan peristiwa yang berujung pada hilangnya nyawa tersebut. Menurutnya, dugaan tindak pidana seharusnya diserahkan kepada aparat penegak hukum, bukan diselesaikan dengan aksi main hakim sendiri.

"Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang," imbuhnya.

Sutama mengaku terpukul saat menjemput jenazah korban dan menyaksikan langsung kesedihan anak-anak yang kehilangan sosok ayah.

"Saya sedih sekali melihat anak-anaknya menangis," ujarnya.

Di tengah duka tersebut, ia menyampaikan pihak keluarga memilih menerima peristiwa itu sebagai musibah. Pihak keluarga tidak berencana menempuh langkah hukum terkait pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Kemarin pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian (almarhum). Karena terus terang saja dalam hal ini sudah menganggap musibah," ujarnya.

Dari informasi kepolisian, korban diduga tepergok mencuri seekor ayam aduan milik warga.

Sutama menegaskan tindakan kekerasan hingga menyebabkan kematian tidak dapat dibenarkan. Ia mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara hukum sehingga setiap orang yang diduga melakukan tindak pidana harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kalau semua orang mempunyai pemikiran seperti itu, tentu akan banyak orang meninggal hanya karena persoalan pencurian. Negara kita adalah negara hukum," ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat yang memergoki seseorang diduga melakukan pencurian harus segera diserahkan kepada polisi. Hal itu, jauh lebih tepat dibandingkan melakukan pengeroyokan yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Sebelumnya, seorang pria berinisial KD tewas dikeroyok warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, usai terpergok diduga mencuri ayam aduan.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, mengatakan peristiwa pengeroyokan terjadi Jumat (24/7) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA.

"Terduga pelaku diketahui warga saat diduga melakukan pencurian seekor ayam milik warga setempat," kata Iptu Wiwik, Minggu (26/7).

Ia menyebutkan, pihak kepolisian tidak saat ini tidak hanya menyelidiki dugaan pencurian ayam yang terjadi. Tetapi juga akan mendalami peristiwa pengeroyokan yang menyebabkan terduga pelaku meninggal dunia.

"Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk identifikasi terduga pelaku," imbuhnya.

(kdf/wis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK