Polisi Olah TKP Kematian Sutrimo di Depan Klinik Kebayoran Baru
Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian pria bernama Sutrimo yang disebut tewas di depan klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Pantauan di area klinik, polisi mulai membuka garis kuning polisi yang terpasang di pagar klinik kecantikan pukul 13.11 WIB.
Terpantau sejumlah personel Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) mengenakan pakaian hitam memasuki halaman dalam klinik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga terlihat membawa sejumlah barang bukti berupa kotak hitam, bantal dengan sprei hijau dan sejumlah barang dalam plastik bening.
Kemudian, mereka juga membuka pintu masuk klinik dan membuka garis kuning polisi.
Suasana klinik nampak sepi dan dipenuhi daun kering seperti sudah lama tidak didatangi. Adapun sejumlah awak media nampak menanti kabar terbaru terkait olah TKP tersebut.
Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan tengah menyelidiki penyebab kematian seorang pria bernama Sutrimo pada Kamis (23/7) yang ditemukan tidak sadarkan diri di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, pihaknya masih mendalami informasi dan mengumpulkan bukti terkait dugaan kematian tidak wajar seorang pria bernama Sutrimo.
"Polda Metro Jaya pasti akan mendalami informasi sekecil apa pun, apalagi terkait hilangnya nyawa seseorang. Apakah itu wajar atau tidak wajar, ini masih didalami," katanya saat ditemui di Jakarta, Senin.
Budi juga turut menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum. Kepolisian menegaskan tetap memberi ruang dan menghormati masa berduka yang sedang dialami keluarga korban.
Kendati demikian, polisi mengimbau pihak keluarga untuk segera membuat laporan resmi ke Polda Metro Jaya apabila merasa ada kejanggalan dalam peristiwa kematian tersebut.
"Apabila keluarga korban merasa ada kejanggalan terhadap meninggalnya saudara S, ini bisa membuat laporan kepada Polda Metro Jaya. Ini agar proses pro-justitia-nya lebih tepat dan memudahkan kami melakukan pendalaman," ujarnya.
Hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk dari pihak keluarga karena kepolisian bersikap persuasif dan mengedepankan rasa empati.
"Kita harus bisa memisahkan antara proses penegakan hukum dengan empati yang diterima oleh pihak keluarga," tutur Budi.
Adapun soal dugaan Sutrimo sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Budi pada Minggu kemarin menyebut polisi masih menyelidiki sosok korban.
"Masih didalami," ucap Budi.
CNNIndonesia.com menghubungi Febri Diansyah selaku kuasa hukum Febrie Adriansyah untuk mengonfirmasi informasi tersebut, namun belum direspons.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

