DPR Desak Panglima TNI Bentuk Tim Bebaskan 4 WNI Disandera di Somalia
Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal alias Daeng Ical mendesak pemerintah segera membentuk satuan tugas untuk menyelamatkan empat warga negara Indonesia (WNI) yang disandera perompak di Somalia bersama 15 awak kapal lainnya.
Menurut Daeng Ical, pembebasan WNI tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kementerian Luar Negeri, serta seluruh instansi terkait sesuai Undang-undang Nomor 3 tahun 2026 tentang TNI yang telah memberikan kewenangan kepada TNI untuk melindungi WNI di luar negeri melalui operasi militer selain perang (OMSP).
"Kita meminta Panglima TNI, Kementerian Luar Negeri, dan pihak terkait segera mengambil langkah terukur agar WNI yang disandera di Somalia bisa diselamatkan dan dipulangkan ke Indonesia," kata Daeng Ical di Makassar, Selasa (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daeng Ical menilai opsi operasi penyelamatan perlu dipertimbangkan, karena Indonesia juga telah memiliki pengalaman operasi penyelamatan warga di luar negeri. Sehingga kemampuan itu dapat menjadi alternatif, apabila seluruh upaya diplomasi menemui jalan buntu.
"TNI juga mengaktivasi struktur pertahanan kita di luar negeri termasuk atase pertahanan untuk memberikan masukan untuk mengambil langkah-langkah yang terukur agar bisa segera memulangkan atau menyelamatkan warga negara kita di Somalia," ujarnya.
Daeng Ical mengungkapkan, proses negosiasi hingga kini masih menghadapi sejumlah kendala. Berdasarkan laporan yang diterimanya, belum ada pihak yang jelas untuk diajak berunding karena identitas kelompok penyandera belum diketahui secara pasti. Kemudian lokasi penyanderaan juga berpindah-pindah, sehingga menyulitkan proses pelacakan.
"Dari laporan yang kami terima dari agen pertahanan di Eropa, tidak jelasnya kontak person lembaga atau siapa yang bertanggung jawab untuk diajak bernegosiasi. Jadi para pihaknya yang tidak jelas," katanya.
Politikus PKB ini juga menyoroti simpang siurnya informasi mengenai tuntutan uang tebusan. Nilai tebusan disebut terus berubah, mulai dari US$2 juta, kemudian meningkat menjadi US$5 juta, hingga kabar terakhir mencapai US$10 juta. Namun, informasi tersebut belum dapat diverifikasi.
"Inilah yang kita minta supaya TNI dan Menteri Luar Negeri dan pihak terkait bahkan pekerja imigrasi Indonesia kementeriannya itu untuk berkoordinasi dengan membentuk force untuk bisa secara terukur menyelamatkan WNI kita yang disandera perompak," ujarnya.
Daeng Ical menuturkan bahwa dirinya telah menyampaikan kondisi para korban dalam rapat bersama Kementerian Luar Negeri dan TNI. Dalam rapat tersebut, ia memperlihatkan video yang diterimanya dari keluarga salah seorang korban, Ashari Syamsuddin yang menggambarkan kondisi para sandera.
"Saya sudah meminta agar segera dibentuk task force. Pemerintah menyampaikan hal itu akan segera dilaporkan dan dikoordinasikan pada pembahasan berikutnya. Yang paling penting saat ini adalah keselamatan WNI kita," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan pihaknya telah berkomunikasi intensif dengan semua pihak, termasuk dengan kelompok perompak, dalam upaya penyelamatan empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) yang disandera di Somalia.
Sugiono menjelaskan pemerintah Indonesia mengupayakan agar langkah-langkah intensif yang ditempuh tersebut dapat berujung pada pembebasan dengan selamat para WNI korban pembajakan kapal di Somalia ini.
"Kami sudah melakukan komunikasi, termasuk langsung dengan pembajaknya," kata Sugiono usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
Awak kapal yang dibajak tersebut terdiri atas empat WNI, 10 warga Pakistan, seorang warga India, dan seorang warga Myanmar. Empat WNI tersebut diketahui berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
(mir/fra) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


