Kepala Bakom Qodari soal 'Londo Ireng': Kita Fokus ke Substansi

CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 21:17 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari enggan menanggapi kontroversi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis dan pengamat dengan istilah 'Londo Ireng'.
Qoadari respons polemik pidato Prabowo soal Londo Ireng. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari enggan menanggapi kritik terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis hingga pengamat dengan istilah 'Londo Ireng'.

Qodari meminta awak media untuk tidak berfokus pada polemik istilah tersebut, namun memperhatikan substansi isi pidato Prabowo. Ia kemudian mengajak awak media untuk melihat keseluruhan rangkaian pidato Presiden yang menurutnya konsisten membela kepentingan rakyat.

"Pertama begini kalau mengenai pernyataan presiden, pidato presiden mari kita lihat rangkaian pidato presiden, semuanya itu untuk membela kepentingan rakyat," kata Qodari di Surabaya, Selasa (28/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Qodari memaparkan sejumlah topik yang menurutnya menjadi fokus utama pidato Prabowo, mulai dari kesejahteraan petani hingga program energi.

"Konsisten sekali pidato presiden itu selalu berbicara meningkatkan kesejahteraan petani, taraf hidup petani, taraf hidup nelayan, ketahanan pangan, swasembada beras, ketahanan energi, pencapaian B50 ya," tuturnya.

Ia juga menyinggung sejumlah capaian lain yang disebutnya diungkap dalam pidato Prabowo, mulai dari proyek Blok Masela hingga dugaan praktik under invoicing dan transfer pricing yang merugikan negara.

"Kemudian juga bagaimana blok Masela sudah 28 tahun akhirnya dimulai. Kemudian bagaimana beliau mengungkap adanya praktik under invoicing, transfer pricing yang merugikan negara setiap tahun Rp500 triliun, Rp600 triliun itu semua mau dihentikan," katanya.

Menurut Qodari, poin-poin tersebut merupakan substansi sesungguhnya yang perlu disorot dari pidato Prabowo.

"Jadi insyaallah kita kalau fokus kepada substansi itulah poin-poin yang sesungguhnya dari pidato Bapak Presiden," ujarnya.

Saat ditanya soal mengenai desakan sejumlah organisasi profesi jurnalis yang meminta Prabowo meminta maaf, Qodari enggan menjawabnya.

Ketika pertanyaan serupa kembali dilontarkan, termasuk soal ada tidaknya data yang mendasari pernyataan Prabowo, Qodari tetap mengulang jawaban yang sama tanpa merinci lebih lanjut.

"Kita lihat pada substansinya teman-teman. Substansi pada teman-teman," kata dia.

Sebelumnya, Prabowo menyindir pihak yang dahulu pada zaman kolonial disebut sebagai londo ireng pada hari ini. Dalam catatan sejarah Indonesia, Londo Ireng merujuk sebagai sebutan bagi pribumi yang dianggap berkhianat dengan membantu atau bekerja untuk penjajah Belanda.

"Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis apa itu? pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?" kata Prabowo dalam pidatonya di Puncak Harlah ke-28 PKB, Jakarta, Kamis (23/7).

Prabowo berpendapat sejak zaman penjajahan dulu, sudah ada orang-orang Indonesia yang tidak patriotik dan justru mengabdi kepada bangsa lain. Pada saat yang sama, Prabowo menyindir ada media yang disebut seakan menafikan fakta bahwa pemerintahannya telah banyak merenovasi bangunan gedung sekolah.

Ia mengatakan sejauh ini, pemerintahannya telah memperbaiki sekitar 67 ribu lebih bangunan sekolah di Indonesia, dan tahun depan ia menginstruksikan agar jumlahnya ditambah hingga 100 ribu sekolah.

"Yang sekian belas tahun tidak disentuh. Saudara-saudara, ada juga media-media yang... ya kan? Walaupun kita sudah perbaiki 67 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia foto besar, taruh di halaman pertama, aduh," ujarnya.

(frd/dal) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]