Pemprov DKI Siapkan Lahan di Legok Banten untuk Olah Sampah Organik
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah membebaskan lahan di Ciangir, Legok, Banten, sebagai lokasi pengolahan sampah organik dari wilayah tersebut.
Hal itu merupakan bagian dari ekosistem penanganan sampah Jakarta agar beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, dapat berkurang.
"Ada 40 hektare, besok (Jumat, 31/7) saya akan melihat dan ini merupakan satu bagian dari ekosistem penanganan sampah yang ada di Jakarta," kata Gubernur DKI Pramono Anung, Jakarta, Kamis (30/7).
Sementara itu, sampah anorganik akan diolah salah satunya melalui fasilitas pengolahan sampah berkonsep kurangi, pakai kembali dan daur ulang atau reduce, reuse, dan recycle (TPS 3R). Hasilnya, material bahan bakar alternatif (RDF) untuk dikirim ke pabrik semen.
Sampah DKI per 1 Agustus 2026
Adapun Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan sistem controlled landfill di TPST Bantargebang secara bertahap mulai 1 Agustus 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari transisi menuju penghentian praktik open dumping, sekaligus memperbaiki tata kelola sampah dari wilayah Jakarta itu agar lebih aman bagi lingkungan dan masyarakat.
Sistem controlled landfill mengatur penempatan dan pemadatan sampah secara lebih tertata.
Tumpukan sampah kemudian ditutup secara berkala menggunakan material tertentu untuk mengurangi bau, menekan risiko kebakaran, meminimalkan dampak lingkungan, serta mengurangi potensi longsor.
Berdasarkan peta jalan Pengelolaan Sampah Jakarta 100 Persen Terkelola yang disusun bersama Kementerian Lingkungan Hidup, pada kuartal II 2026, praktik open dumping masih mendominasi pengelolaan sampah di TPST Bantargebang dengan porsi 72,56 persen.
Adapun sampah yang diolah melalui berbagai fasilitas baru mencapai 7,59 persen. Memasuki kuartal III dan IV 2026, porsi open dumping ditargetkan turun menjadi 50,34 persen.
Pada saat yang sama, penerapan controlled landfill ditargetkan mencapai 8,39 persen, sementara pengolahan sampah melalui berbagai fasilitas meningkat menjadi 20,28 persen.