Polisi Antisipasi Kedatangan Pesilat PSHT dari Luar Surabaya

CNN Indonesia
Jumat, 31 Jul 2026 15:00 WIB
Sebanyak 10 ribu massa pesilat dari kelompok Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berencana menggelar aksi damai di dua lokasi di Surabaya pada Jumat (31/7).
Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI dan Polri diterjunkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT yang digelar di kantor debt collector di Jalan Teuku Umar dan Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7) siang. (CNN Indonesia/ Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Sebanyak 1.839 personel gabungan TNI dan Polri diterjunkan untuk mengamankan aksi damai kelompok silat PSHT yang digelar di kantor debt collector di Jalan Teuku Umar dan Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7) siang.

Aksi ini merupakan buntut dari kasus pembacokan anggota kelompok silat oleh seorang debt collector di Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menyampaikan, personel itu dikerahkan karena ada potensi kedatangan massa aksi dari luar Surabaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, adanya kemungkinan massa aksi dari daerah lain meskipun hari ini hanya diperuntukkan anggota kelompok silat dari Surabaya," kata Luthfie, Jumat (31/7).

Untuk mengantisipasi potensi gesekan akibat kedatangan massa dari luar kota, Luthfie membagi petugas gabungan ke sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi perpecahan. Petugas juga diminta tetap siaga hingga rangkaian aksi selesai, tidak hanya pada saat aksi berlangsung.

"Petugas yang berjaga akan dibagi ke beberapa titik. Selain di Mapolrestabes Surabaya dan Jalan Teuku Umar, petugas juga akan berjaga di titik perbatasan keluar/masuk kota. Sehingga jika ditemukan adanya anggota kelompok silat dari daerah lain, diimbau untuk tidak masuk ke kota," ucapnya.

Luthfie turut meminta jajarannya mewaspadai kemungkinan adanya penyusup di tengah massa aksi, dengan ciri mengenakan masker, hoodie, atau penutup kepala untuk menyamarkan identitas.

Ia juga meminta para petugas mengedepankan kesabaran dalam melayani massa aksi, mengingat sebagian besar anggota kelompok silat yang turun ke jalan masih di bawah umur.

"Karena kebanyakan dari anggota kelompok silat ini masih di bawah umur dan punya emosi yang tidak stabil. Jadi saya berharap, para petugas bisa lebih sabar dan tidak terpancing," ujarnya.

(frd/fra)


[Gambas:Video CNN]