Wakapolri Sambut Baik Irjen Susilo Teguh Raharjo Gabung UBISA

CNN Indonesia
Senin, 03 Agu 2026 17:43 WIB
Wakapolri Komjen Dedi Dedi Prasetyo
Wakapolri Komjen Dedi Dedi Prasetyo. Foto: Dok. Istimewa
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri Irjen Susilo Teguh Raharjo resmi bergabung sebagai bagian dari sivitas akademika Universitas Bima Sakapenta (UBISA), Senin (3/8)

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menilai bergabungnya Susilo ke UBISA bisa jadi momentum kolaborasi Polri dengan perguruan tinggi.

Dalam keterangan tertulisnya, Dedi mengapresiasi bergabungnya Susilo tersebut. Menurutnya hal itu juga sebagai bentuk bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mengucapkan selamat kepada Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo atas bergabungnya di Universitas Bima Sakapenta. Kehadiran beliau akan semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan dunia pendidikan tinggi serta memperluas jejaring Pusat Studi Kepolisian yang terus kita bangun bersama perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia," kata Dedi.

Dedi mengatakan Susilo melalui perannya sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah menjadi salah satu motor penggerak dalam membangun jejaring akademik Polri. Hingga saat ini, pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah didorong di 79 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) di berbagai daerah di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 40 Pusat Studi Kepolisian telah beroperasi, 5 dalam tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 34 lainnya dalam proses menuju pembentukan dan kerja sama.

"Ini bukan sekadar soal jumlah. Yang lebih penting adalah bagaimana Pusat Studi Kepolisian menjadi ruang bertemunya pengalaman praktis kepolisian dengan kekuatan akademik kampus. Dari sana kita ingin lahir riset, inovasi dan rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat menjawab persoalan keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat," kata Dedi.

Jejaring tersebut menurutnya merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem police science yang semakin terbuka dan kolaboratif. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi mitra pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis Polri dalam mengembangkan evidence-based policing dan menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital.

Sementara itu Susilo Teguh Raharjo mengatakan keputusannya bergabung dengan UBISA dilandasi semangat untuk ikut mendukung perguruan tinggi yang sedang tumbuh dan berkembang.

Hal ini bukan cuma membantu sebuah institusi, melainkan ikut menanam benih masa depan bangsa.

"Perguruan tinggi merupakan salah satu pilar utama dalam membangun peradaban. Di dalamnya lahir sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, inovasi, dan berbagai solusi bagi persoalan bangsa," ujar Susilo.

Menurutnya, perguruan tinggi besar tidak lahir dalam waktu singkat. Dibutuhkan gotong royong, kepercayaan masyarakat, dedikasi para pendidik, dukungan pemerintah, serta kontribusi alumni dan mitra strategis agar sebuah kampus dapat tumbuh menjadi pusat keunggulan.

Rektor UBISA  Agus Supriyadi  berharap pengalaman serta jejaring akademik Susilo dapat memberikan energi baru bagi perkembangan universitas.

"Selamat bergabung di Universitas Bima Sakapenta. Semoga kehadiran beliau menginspirasi sekaligus memperkuat langkah UBISA dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berbudi luhur, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara," ujar Agus.

(tim/sur)


[Gambas:Video CNN]