Duka Keluarga Sopir Truk Korban Tragedi KMP Mutiara Sentosa II

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 16:50 WIB
Kabar duka menyelimuti keluarga Sari Sukoco (39), sopir truk asal Tulungagung yang menjadi korban tewas dalam tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.
Duka menyelimuti keluarga Sari Sukoco (39), sopir truk asal Tulungagung yang menjadi korban tewas dalam tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Duka menyelimuti keluarga Sari Sukoco (39), sopir truk asal Tulungagung yang menjadi korban tewas dalam tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.

Jenazah pria yang akrab disapa Sukoco itu telah teridentifikasi usai menjalani proses identifikasi di posko post mortem RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya.

Kakak kandung korban, Elly Sri Rahayu mengaku menerima telepon dari banyak pihak yang menanyakan keberadaan Sukoco, sejak Minggu (2/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga akhirnya Elly mendapatkan kabar dari keponakannya, yang menginformasikan bahwa Sukoco, ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 02.00 WIB, Senin (3/8).

Pihak keluarga pun diminta datang ke RS Bhayangkara Surabaya untuk memastikan identitas korban dan identifikasi.

"Pagi jam 02.00 pagi, saya ditelepon kalau jenazah adik saya ditemukan, [keluarga diminta] untuk datang ke Rumah Sakit Bayangkara," kata Elly, Selasa (4/8).

Sukoco selama ini dikenal sebagai sopir angkutan barang antarpulau, sehingga komunikasi dengan keluarga jarang terjalin. Menurut Elly, mereka biasanya hanya berkumpul saat momen besar seperti Natal atau Lebaran.

"Dia sering keliling Indonesia kirim barang. Kalau ditelepon kadang di tengah laut, susah sinyal," lanjutnya.

Elly menjelaskan Sukoco merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Mendiang belum sempat menikah samasa hidupnya. Menurutnya, sang adik memiliki lebih dari 10 keponakan yang sangat disayanginya.

Meski jarang berkomunikasi, kedekatan Sukoco dengan keluarga tetap terjaga. Elly mengenang sang adik sebagai sosok pekerja keras yang memikul tanggung jawab terhadap keluarga besarnya. Saat menceritakan sosok adiknya, suara Elly bergetar dan air matanya tak lagi bisa dibendung.

"Dia orangnya bertanggung jawab. Dia cinta sama keluarga besar. Apalagi sama ponakan-ponakan. Dia orangnya enggak pelit. Sama ponakan itu pemberi," ujarnya.

Kini Elly mengaku pasrah menerima kepergian sang adik dan memilih meyakini itu sebagai kehendak Tuhan.

"Mungkin Tuhan lebih cinta dan sayang sama dia. Itu aja saya pikirnya, positif aja," katanya.

Di lokasi yang sama, Bambang Susilo (36), warga Tulungagung yang merupakan korban selamat KM Mutiara Sentosa 2, turut hadir untuk memastikan kabar duka kerabatnya. Bambang merupakan kernet dari truk yang dikemudikan Sukoco dalam kapal tersebut.

Bambang menceritakan detik-detik dirinya menyelamatkan diri dengan melompat dari kapal dan terpisah dari Sukoco. Saat kejadian, ia berada dalam satu rombongan berisi enam orang yang membawa tiga unit truk.

"Meninggalnya itu pas sudah turun. Tapi lompatnya kan terakhir dia. Jadi saya kan satu grup itu enam orang. Kan tiga mobil, tiga mobil, satu mobil kan dua orang," kata Bambang.

Ia menyebut sejumlah rekannya lebih dulu melompat dari kapal, sementara dirinya sempat mengajak Sukoco untuk ikut menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar.

"Jadi ada teman yang melompat pertama. Terus saya. Saya belum saya belum melompat itu sudah saya ajak kakak saya, cuma mengangguk aja. Nah, baru saya mau lompat itu sudah api sudah menjalar ke depan. Sudah semakin panas. Lantai sudah panas ini," ujarnya.

Bambang kemudian meminta izin kepada Sukoco untuk melompat lebih dulu, namun menurutnya, korban masih terlihat ragu.

"Nah, saya sudah izin ke kakak saya (Sukoco) itu kan mau melompat saya. Lompat ya. Terus yang tiga itu katanya sempat ngajak juga tapi ya agak masih ragu gitulah," tuturnya.

Setelah melompat, Bambang mengaku tidak lagi mengetahui keberadaan Sukoco karena rombongan mereka terpisah dalam kepanikan, hingga akhirnya kabar duka itu ia terima.

"Enggak tahu dia, lompat atau gimana sudah pokoknya turun lompatnya sudah enggak tahu. Jadi terpisah," tuturnya.

(frd/fra)


[Gambas:Video CNN]