Aktivitas Sinabung Meningkat, Pemkab Karo Terbitkan Imbauan ke Warga

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 05:59 WIB
Peningkatan aktivitas Gunung Sinabung terdeteksi dengan gempa vulkanik. Pemkab Karo imbau masyarakat patuhi zona aman dan waspada terhadap potensi erupsi.
Ilustrasi. Gunung Sinabung saat erupsi pada Maret 2021 silam. (ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gunung Sinabung (2451 mpdl) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan adanya peningkatan aktivitas.

Awal Agustus ini atau per akhir pekan lalu, Pos Pemantau Gunung Sinabung menyatakan aktivitas kegempaan gunung api didominasi oleh gempa tektonik dan gempa vulkanik meski dalam jumlah tidak signifikan.

Atas informasi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo mengimbau masyarakat mematuhi zona aman. Per 1 Agustus 2026, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan status aktivitas vulkanik Gunung Sinabung menjadi Waspada (Level II).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penetapan ini tertuang dalam Surat Plt. Kepala Badan Geologi Nomor 1321.Lap/GL.03/BGL/2026 sebagai hasil pemantauan perkembangan aktivitas terkini," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Putra Ginting, Selasa (4/8) dikutip dari Antara.

Pihaknya menjelaskan peningkatan status dilakukan mengingat adanya potensi bahaya erupsi baik tipe freatik maupun magmatik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sehubungan dengan hal itu, seluruh elemen masyarakat maupun pengunjung diminta mematuhi ketentuan keamanan yang telah ditetapkan, yaitu tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta wilayah dalam jangkauan radius radial dua kilometer dari puncak gunung.

Khusus pada sektor selatan hingga timur, pembatasan wilayah berlaku hingga jarak 3,5 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Selain itu, warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di kawasan gunung diminta senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar.

Sekdakab Karo juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpapar maupun menyebarkan isu yang belum terverifikasi kebenarannya guna mencegah kepanikan di tengah masyarakat.

"Selalu rujuk informasi resmi yang disampaikan melalui situs web maupun akun media sosial Pemerintah Kabupaten Karo serta instansi berwenang terkait," katanya.

Saat ini, Pemkab Karo terus melakukan koordinasi secara berkelanjutan dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi serta Pos Pengamatan Gunung Sinabung untuk memantau perkembangan situasi setiap saat.

Informasi lengkap terkait imbauan ini juga telah dipublikasikan melalui akun resmi Instagram Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karo.

Sebelumnya, Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Armen Putra mengatakan dari pemantauan kegempaan pada akhir pekan lalu, 1 Agustus 2026, menunjukkan peningkatan gempa Vulkanik Dalam.

"Selain itu, terekam juga gempa hembusan, gempa low frequency, dan gempa hybrid yang sebelumnya jarang terekam," ujar Armen, diberitakan CNNIndonesia.com, Senin (3/8).

Menurut Armen embusan asap kawah teramati putih tipis hingga sedang dengan ketinggian berkisar antara 50 - 600 meter di atas kubah lava.

"Peningkatan aktivitas kegempaan ini perlu diwaspadai, mengingat potensi bahaya Gunung Sinabung yang dapat terjadi berupa erupsi freatik maupun erupsi magmatik," jelasnya.

Potensi pembongkaran kubah lava, tambah Armen, juga dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan.

"Tingkat aktivitas Gunung Sinabung pada saat ini adalah Level II (Waspada) sejak 17 Mei 2023," urainya.

Sejak Maret 2024, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 3,5 km untuk sektor selatan-timur Gunung Sinabung.

Selain ancaman langsung berupa lontaran batu pijar dan sebaran abu, masyarakat juga diingatkan akan potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, khususnya saat musim hujan. Aliran lahar dapat melintasi sungai di sektor barat daya yang berhulu di puncak Gunung Sinabung.

(antara/kid)


[Gambas:Video CNN]