SD Negeri di Sumut Nyaris Ambruk: Toilet Nihil, Ruang Guru Hancur

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 19:26 WIB
Kondisi atap sekolah yang ambruk menimpa ruang kelas di SDN 09 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta, Selasa (21/7/2026). Pemprov DKI Jakarta segera memperbaiki sekolah yang ambruk lebih dari dua tahun tersebut agar kembali dapat digunakan untuk kegiatan b
Ilustrasi. Sekolah ambruk di Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Medan, CNN Indonesia --

Kondisi SD Negeri (SDN) 112329 di Dusun Padang Nabidang, Desa Pematang, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut) yang nyaris ambruk viral di media sosial.

Video yang diunggah akun Instagram memperlihatkan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan parah dan nyaris ambruk. Dalam unggahan tersebut disebutkan sekolah itu masih aktif digunakan untuk kegiatan belajar mengajar dan memiliki sekitar 36 siswa.

Lokasi sekolah berada berhadapan dengan bangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah selesai dibangun dalam waktu relatif singkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih ingat dengan bangunan MBG yang pengerjaannya rampung dalam hitungan minggu di seberang sekolah dasar yang kondisinya jauh dari kata layak, sangat memprihatinkan," ujar pengunggah video.

Rekaman video menunjukkan kondisi bangunan sekolah yang tampak tua dan rusak. Sejumlah bagian atap asbes terlihat pecah dan berlubang. Beberapa pintu ruang kelas sudah tidak terpasang, sementara lantai bangunan terlihat mengalami kerusakan.

"Mari kita lihat bersama satu persatu ruang kelas yang ada di sekolah ini. Kita mulai dari kelas yang paling ujung. Asbesnya sudah hancur. Pintunya sudah enggak ada. Sekolah ini masih aktif masih berfungsi seperti sekolah pada umumnya. Ruang kelas berikutnya pintunya jebol, lantainya lihatlah," ungkapnya.

Kerusakan juga tampak pada ruang guru. Atap ruangan berlubang, sementara pintu dan jendela telah rusak. Di beberapa sisi bangunan, dinding yang jebol ditutupi menggunakan baliho.

"Mari kita lihat ruangan guru tapi sayangnya sudah tak digunakan lagi. Sudah tidak dipakai lagi. Karena kondisinya begini. Pintunya gak ada jendelanya enggak ada. Seng nya atapnya jebol," paparnya.

Bangunan sekolah yang sebagian besar masih berbentuk semi permanen itu berdiri di kawasan yang dikelilingi hutan dan perkebunan kelapa sawit. Bahkan sekolah itu tidak memiliki toilet. Murid murid harus ke sungai jika ingin buang hajat.

"Sekolah ini tidak memiliki toilet. Ada bangunan nya tapi sudah tak digunakan lagi. Kalau murid nya ingin buang hajat itu di sungai sana. Di balik pohon sawit itu ada sungai," paparnya.

Menanggapi video viral tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengaku belum menerima laporan terkait kondisi sekolah tersebut. Namun, ia memastikan akan terlebih dahulu mengecek informasi yang beredar.

"Nanti saya tanya dulu ya. Saya tanya dulu," kata Bobby kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (4/8).

Bobby mengatakan persoalan sekolah dasar pada dasarnya menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Sementara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memiliki tanggung jawab utama terhadap pengelolaan sekolah tingkat SMA dan SMK.

"Bukan kami enggak mau. SMA juga masih banyak yang belum beres. Itu tanggung jawab utama dari pemerintah provinsi," ujarnya.

Bobby menegaskan dirinya tidak bermaksud melempar tanggung jawab kepada pemerintah daerah.

"Saya bukan lempar-lempar bola, bukan. Cuma jangan nanti belum tugas kami belum selesai, kami sok ngurusin tugas orang lain," ucapnya.

Meski demikian, Bobby menyatakan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Bupati Labuhanbatu Utara. Menurutnya, apabila pemerintah daerah mengalami keterbatasan anggaran untuk memperbaiki sekolah tersebut, Pemprov Sumut membuka peluang memberikan bantuan.

Bobby mengklaim Pemerintah Provinsi Sumut setiap tahun mengalokasikan dana bantuan kepada pemerintah kabupaten dan kota yang nilainya mencapai lebih dari Rp400 miliar.

(fnr/dal)


[Gambas:Video CNN]