Tiga Titik di Bandung-Cimahi Jadi Sasaran Pembakaran Pria Berhoodie

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 05:58 WIB
Warga Bandung dan Cimahi heboh dengan aksi pembakaran bendera dan bangunan oleh  pria misterius menggunakan jaket atau sweater bertudung atau hoodie.
Ilustrasi pria menyalakan pemantik api. (Splitshire)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejak akhir pekan lalu terjadi dugaan aksi pembakaran dengan motif tak jelas dan target diduga acak oleh orang tak dikenal (OTK) di Bandung dan Cimahi, Jawa Barat (Jabar).

Setidaknya dari Jumat (31/7) hingga Selasa (4/8), ada tiga titik terpisah yang jadi sasaran upaya pembakaran. Terduga pelaku dan modusnya pun sama, pria menggunakan jaket atau sweter bertudung (hoodie) hitam, membawa tas punggung atau ransel, dan dilakukan dini hari WIB.

Beruntung di tiga lokasi itu, api tak berujung membesar karena berhasil dipadamkan warga. Selain itu, cuplikan rekaman kamera pengawas (CCTV) aksi upaya pembakaran itu pun viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut rangkuman peristiwa upaya pembakaran oleh pria ber-hoodie di Bandung-Cimahi sejak akhir pekan lalu:

Cimahi

Di Cimahi, dalam rekaman yang viral terlihat aksi seorang pria melakukan aksi pembakaran gerobak pedagang kaki lima (PKL) yang disimpan di area ruko-ruko Jalan Ria, Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Mengutip dari detikJabar, dalam rekaman kamera pengawas (CCTV), aksi pembakaran itu di kota satelit Bandung itu diduga terjadi pada Jumat (31/7).

Terduga pelaku pembakaran mengenakan sweater dengan tudung atau hoodie menutupi kepala sembari menggendong tas punggung atau ransel.

Ia lalu mendekati deretan gerobak yang ditutupi terpal biru kemudian membakar bagian terpal. Api membesar namun tak sampai melalap gerobak yang ternyata milik pedagang bakso, dimsum, dan ayam goreng sampai ludes.Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat mengatakan pihaknya sudah menerima informasi terkait aksi pembakaran gerobak beberapa pedagang di kawasan Jalan Ria tersebut.

"Sudah diterima informasinya, sudah ditindaklanjuti oleh anggota dengan mengecek dan olah TKP. Kami sedang melakukan penyelidikan," kata Gofur awal pekan ini, dikutip dari detikJabar.

Sriyono (45), pemilik gerobak bakso yang dibakar pelaku mengaku perlengkapan usahanya tersebut tak mengalami kerusakan parah karena api yang membakar keburu ketahuan warga yang melintas di lokasi kejadian.

"Saya tahunya Sabtu pagi, pas mau mulai jualan. Saya juga kurang tahu kenapa sampai ada yang mau membakar gerobak saya, mudah-mudahan pelakunya segera tertangkap," kata Sriyono.

Sementara itu, Agung Kurniawan, pemilik gerobak dimsum dan ayam goreng juga menceritakan hal yang sama. Ia tak tahu siapa orang yang tega membakar gerobak yang ia pakai mencari nafkah.

"Untung keburu ketahuan, kalau enggak mungkin sudah habis kebakar. Yang kebakar itu bagian depannya sama terpal penutup gerobak," kata Agung.

Andir Bandung

Selain itu, di kota tetangga Cimahi yakni Bandung, aksi pembakaran oleh pria misterius yang menutup kepalanya dengan hoodie juga terjadi pada akhir pekan lalu. Belum dapat dipastikan apakah pelaku masih sama atau sekelompok dengan yang terjadi di Cimahi.

Di Bandung, sasaran upaya pembakarannya adalah bendera Merah Putih yang dipasang di salah satu rumah di Kelurahan Maleber, Kecamatan Andir. Daerah itu diketahui pula sebagai area perbatasan Kota Bandung dan Cimahi di sebelah barat.

Aksi yang dilakukan pada Minggu (2/8) dini hari WIB itu pun terekam kamera pengawas (CCTV), dan cuplikannya viral di media sosial. Polisi setempat pun telah turun tangan menyelidiki dugaan pembakaran tersebut.

"Kita masih lakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut," kata Kapolsek Andir Kompol Triyono Raharja, Bandung, Senin (3/8) dikutip dari detikJabar.

Dia memastikan polisi masih melakukan penyelidikan, mengumpulkan bukti, dan saksi-saksi.

Dari video yang beredar, pria mengenakan hoodie berwarna hitam dan ransel berjalan di sebuah gang dan langsung melakukan pembakaran bendera yang ada di depan sebuah rumah warga.

Rumah itu berada dalam gang yang lokasinya tak jauh dari Jalan Raya Bandung-Cimahi.

Usai memantikkan api dengan menggunakan korek gas ke bendera itu, pelaku langsung meninggalkan lokasi. Namun, api tak membesar, karena berhasil dipadamkan warga yang kebetulan melintas beberapa saat kemudian.

Pemilik rumah, Mia (61), mengaku bersyukur ada warga yang melintas dan berhasil memadamkan api yang membakar bendera Merah Putih yang dipasang di depan rumahnya tersebut.

"Iya (lokasi kejadian), kejadian Minggu subuh," kata Mia, Senin kemarin dikutip dari detikJabar.

Menurutnya, tidak ada yang tahu sosok pria yang membakar bendera tersebut.

"Iya. Nggak ada yang tahu, keburu dimatikan, saya lihat di CCTV dari Pak RT," tuturnya.

Mia tak pernah membayangkan jika api tersebut sampai menjalar ke rumahnya.

"Kalau enggak ada orang pasti [api merambat] ke rumah," ujarnya.

Dia pun mengatakan pihak kepolisian dari Polsek Andir pun sudah datang ke tempatnya untuk melakukan pemeriksaan.

"Ya polisi sudah datang," ujarnya.

Astanaanyar Bandung

Kejadian serupa juga terjadi di kawasan Karasak, Kecamatan Astanaanyar, Selasa (4/8) dini hari sekitar pukul 02.40 WIB. Daerah Astanaanyar ini adalah pusat kota Bandung yang berbatasan dengan Andir di sebelah timurnya.

OTK dengan ciri-ciri yang sama dengan TKP di Andir dan Cimahi tersebut melakukan aksi pembakaran bangunan hingga menimbulkan kebakaran.

Mengutip dari detikJabarDinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskar PB) Kota Bandung pun harus turun tangan untuk menjinakkan si jago merah.

Dari rekaman CCTV yang beredar, seorang pria mengenakan hoodie hitam, masker, dan ransel tampak memantikkan api ke sebuah bangunan. Setelah pelaku meninggalkan TKP, tidak lama kemudian kobaran api muncul hingga warga berdatangan ke lokasi kejadian.

Kapolsek Astanaanyar Kompol Fetrizal membenarkan insiden terbaru yang terjadi di wilayah Karasak tersebut.

"Iya benar di Karasak wilayah Astanaanyar," katanya, Rabu (5/8) dikutip dari detikJabar.

Fetrizal membenarkan jika pelaku kejahatan ini memiliki ciri-ciri yang sama dengan pelaku di TKP Andir dan Cimahi.

"Dugaan sementara orang yang sama," kata dia.

Ia menyebutkan, pemilik rumah yang menjadi korban aksi pembakaran tersebut sudah melakukan pelaporan resmi ke pihak kepolisian.

"Pelapor sudah buat laporan, sedang pemeriksaan," ujarnya.

Selain Unit Reskrim Polsek Astanaanyar, kasus ini juga mendapatkan atensi dan ditangani oleh Satreskrim Polrestabes Bandung.

Pernyataan Polrestabes Bandung

Menanggapi kejadian-kejadian itu, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan saat ini, ia tengah lakukan penyelidikan terkait dengan kejadian tersebut.

"Terkait adanya kejadian kemarin ya, ada diduga pembakaran bendera ya pada dini hari, saat ini sudah dilakukan penyelidikan," kata Anton, Rabu (5/8).

Disinggung aksi pembakaran yang dilakukan pelaku, lebih dari satu kali dengan tempat yang berbeda, Anton belum dapat memastikan hal tersebut.

"Ya memang ada indikasi kemiripan dengan ada di satu TKP lainnya juga ya, di wilayah Polsek Astana Anyar juga ya yang ada kemiripan. Tapi kami lagi pastikan apakah memang sama pelakunya atau belum, atau tidak seperti itu," katanya.

(tim/kid)


[Gambas:Video CNN]