Hilangkan Jejak, Terduga Mutilasi Depok Buang Potongan Kaki ke Sungai

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 13:13 WIB
Ilustrasi. Polisi menyebut terduga pemutilasi pria di Depok, membuang potongan kaki korban ke aliran sungai untuk menghilangkan jejak. (iStockphoto/Herwin Bahar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menyebut alasan Saepul (26) nekat memutilasi Kunaefi (51) adalah untuk menghilangkan jejak pembunuhan yang telah dilakukannya.

Jasad korban yang telah dimutilasi oleh pelaku kemudian dibungkus menggunakan plastik hitam dan dimasukkan ke dalam karung beras. Setelahnya, karung beras berisi jasad korban itu kemudian dibuang pelaku di sebuah lahan di Pancoran Mas, Depok.

"Untuk menghilangkan jejak, pelaku memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu (5/8).

Tak berhenti sampai di situ, pelaku kemudian membuang bagian pangkal kedua korban yang telah dimutilasi ke sungai di lokasi berbeda agar tidak ditemukan.

"Sedangkan potongan kedua kaki dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas," ucap Budi.

Sebelumnya, warga di Pancoran Mas, Kota Depok digegerkan dengan penemuan mayat manusia dengan kondisi tanpa kaki di sebuah lahan kosong, Selasa (4/8). Diduga, jasad tersebut merupakan korban mutilasi.

Penemuan jasad itu bermula saat saksi Herni (H) melihat sebuah karung di lokasi tersebut pada Jumat (24/7) sekitar pukul 07.00 WIB. Saksi mengira karung itu berisi sampah dan diberitahukan kepada adiknya, Muhammad Rizkywan (MR).

Kemudian, pada Selasa kemarin, Rizkywan bermaksud membakar karung yang diduga berisi sampah tersebut sekitar pukul 15.30 WIB. Namun, saat karung meleleh, saksi justru melihat jasad manusia di dalamnya.

"Saat karung terbakar dan sebagian meleleh, saksi melihat bagian tubuh manusia di dalamnya, kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas," kata Budi kepada wartawan, Selasa (4/8).

Setelah diselidiki, polisi berhasil meringkus pelaku bernama Saepul di wilayah Pandeglang, Banten saat berupaya melarikan diri pada Rabu hari ini sekitar pukul 04.15 WIB.

(dis/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK