Kemarau Ekstrem, 43 Hektare Sawah di Kabupaten Tangerang Terancam Puso

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 13:45 WIB
BPBD Kabupaten Tangerang memetakan 43 hektare lahan pertanian berpotensi gagal panen alias puso akibat kemarau ekstrem. Pemda siapkan 8,9 ton benih pengganti. (Foto: ANTARA FOTO/Pradita Utama)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang memetakan sebanyak 43 hektare lahan pertanian di wilayahnya berpotensi mengalami puso atau gagal panen akibat kemarau ekstrem yang melanda daerah tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan, area pertanian yang berpotensi gagal panen tersebut tersebar di 12 kecamatan yang terdiri dari 24 desa.

"Berdasarkan informasi dari kepala dinas pertanian potensi puso atau gagal panen itu sekitar 43 hektare, tersebar di 12 kecamatan dan 24 desa yang berada di Kabupaten Tangerang," ujar Taufik, Rabu (5/8).

Menurut Taufik, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk membantu petani apabila gagal panen benar-benar terjadi. Salah satunya dengan menyediakan 8,9 ton benih sebagai pengganti tanaman yang terdampak.

"Langkah-langkah yang dilakukan Pemda sendiri yaitu, menyiapkan 8,9 ton benih pengganti," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Sahri mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan lahan pertanian yang mengalami puso akibat kekeringan.

"Sampai saat ini belum ada laporan terkait luas lahan yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Ancaman kegagalan panen tidak hanya dari kemarau, tetapi bisa juga dari hama dan penyakit," kata Sahri.

Meski belum ada laporan gagal panen, DPKP terus melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kemarau terhadap sektor pertanian.

"Kami telah memetakan wilayah rawan kekeringan, memanfaatkan data BMKG untuk jadwal tanam, melakukan sosialisasi, menyiagakan brigade alsintan (pompa air), membersihkan saluran irigasi, serta menyiapkan bantuan benih jika terjadi gagal panen (puso)," jelas Sahri.

Selain itu, DPKP juga memetakan sumber-sumber air potensial, termasuk bekas galian pasir di wilayah selatan Kabupaten Tangerang, yang akan dimanfaatkan sebagai sumber air dengan dukungan pompa untuk membantu pengairan lahan pertanian selama musim kemarau.

(dod/wis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK