Keluarga Mengaku Temukan Lebam di Jasad Mantan Istri Polisi Medan

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 20:06 WIB
Kematian L (30) di Medan diduga bunuh diri, namun keluarga curiga. Mereka temukan luka lebam dan cekikan, menolak keterangan polisi.
Eks istri polisi diduga bunuh diri, keluarga sebut ada penganiayaan. (CNN Indonesia/ Farida Noris)
Medan, CNN Indonesia --

Kematian L (30) yang disebut akibat bunuh diri menggunakan senjata api (senpi) milik mantan suaminya, Bripda IH, di Medan, Sumatera Utara (Sumut) masih menjadi misteri. Keluarga korban mencurigai penyebab kematian korban.

Ayah korban, Sanalui Gowasa (56), meyakini putrinya tidak meninggal karena menembak dirinya sendiri sebagaimana yang disampaikan pihak kepolisian. Kecurigaan itu muncul setelah keluarga melihat langsung kondisi jenazah korban.

"Sebenarnya ini bukan penembakan diri sendiri. Ini hasil dianiaya," kata Sanalui Gowasa saat ditemui di rumah duka di Medan, Rabu (5/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengaku kondisi jenazah mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh. Tak hanya itu, bagian leher korban juga tampak luka bekas cekikan. Sanalui menduga tidak ada bekas peluru akibat tembakan di kepala anaknya.

"Karena dari hasil kita lihat, di sana ada pencekikan leher dan mata memar. Dan semua badannya agak kebiru-biruan. Dan tidak ada itu bekas tembakan seperti apa yang diberitakan selama ini bahwa anak itu bunuh diri, merampas dengan paksa pistol suaminya. Itu tidak benar," paparnya.

Ia juga telah meminta hasil autopsi jenazah anaknya dari RS Bhayangkara Medan. Namun hingga kini hasil autopsi itu tidak kunjung diberikan. Ia pun tidak mempercayai keterangan dari penyidik terkait penyebab kematian putrinya.

"Ah, itu udah saya tanya, tapi tunggulah sabar, sedang dilidik kata mereka. Nanti kita beritahu apa hasilnya, karena saya minta mana hasil autopsinya. Mereka jawab sabar pak, ini kan lagi dikaji sama orang ini," urainya.

Sementara itu, Ica adik korban juga mencurigai kematian kakaknya. Saat menyaksikan jenazah sang kakak di RS Bhayangkara, ternyata beberapa bagian tubuhnya terdapat luka memar.

"Yang saya lihat matanya sudah memar. Ada bekas goresan di lutut, lebam di bagian pusar dan mulai membusuk. Lebam di bagian kaki dan jari tangan," jelasnya.

Tak hanya itu, Ica juga melihat ada bekas luka di bawah dagu yang telah dijahit. Keluarga sempat menanyakan luka tersebut. Namun pengakuan polisi luka itu bekas suntikan.

"Kami nanya ini apa ini yang dijahit? Ini kan kayaknya bukan bagian autopsi. Jawaban polisinya, 'Ini kemarin ada yang disuntikkan', Kalau disuntikkan kenapa lukanya besar dan harus dijahit? Suntikan apa, obat apa yang dimasukkan di dalam? Tapi tidak ada dijawab," urainya.

Ica juga heran dengan penjelasan polisi yang menyebutkan bahwa korban menembak kepalanya menggunakan senjata api. Bahkan menurutnya bagian tengkorak kepala korban juga tidak dibongkar.

"Terus kan kalau misalnya ambil peluru itu kan harus dibuka nih tengkoraknya. Tapi tengkorak nya tidak dibongkar. Hanya bagian depan wajah yang dipotong. Terus bagaimana dia belajar menggunakan senpi itu. Dia kan orang awam," paparnya.

Keterangan polisi

Merespons itu, Polrestabes Medan mengklaim hasil autopsi terhadap L tidak ada tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan temuan tersebut berdasarkan pemeriksaan dokter forensik yang melakukan autopsi di RS Bhayangkara Medan.

"Dari keterangan para ahli, yang pertama adalah dokter forensik yang melakukan autopsi, bahwa tidak ada bekas-bekas kekerasan atau bekas-bekas apa pun, benda tumpul, benda tajam yang melukai korban," ujarnya.

Dia menyebutkan hasil pemeriksaan forensik memperkuat dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri. Kesimpulan tersebut juga didukung oleh keterangan dua saksi yang berada di lokasi saat kejadian, yakni mantan suami korban Bripka IH dan anak mereka.

"Hanya ada satu luka tembak yang berada di bagian kepalanya, yang dilakukan bunuh diri seperti yang saya jelaskan. Ini juga dikuatkan dengan dua saksi IH dan anak korban," jelasnya.

Tak hanya itu, Calvijn menambahkan dari hasil labfor dan autopsi ditemukan ada perlukan akibat senjata api di tubuh korban. Sisa residu mesiu juga ditemukan di jari tangan, badan dan baju milik korban.

"Dengan hasil bahwa betul ada senjata api di dalam dan ada perlukan di korban, dikuatkan dengan hasil Labfor, dan dikuatkan dengan hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter autopsi, bahwa adanya sisa residu di jari tangan, badan, baju milik korban," paparnya.

Sementara itu, tambahnya, tim identifikasi bersama Labfor melakukan hal yang sama, swab jari tangan di tubuh Bripka IH. Dengan hasil tidak ditemukan sisa residu yang ada.

"Jadi hanya ada satu luka tembak yang berada di bagian kepalanya, yang dilakukan bunuh diri seperti yang saya jelaskan tadi, dikuatkan dengan dua saksi, IH dan anak korban," sebutnya.

(fnr/dal)


[Gambas:Video CNN]