Buwas: Sertifikat Pramuka Garuda Bisa Buat Daftar TNI-Polri Tanpa Tes

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 08:07 WIB
Ilustrasi. Sertifikat Pramuka Garuda dapat digunakan sebagai salah satu syarat dalam proses rekrutmen TNI dan Polri. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso alias Buwas mengatakan sertifikat Pramuka Garuda dapat digunakan sebagai salah satu syarat dalam proses rekrutmen TNI dan Polri.

Pemegang sertifikat tersebut berkesempatan mengikuti seleksi tanpa tes sesuai ketentuan yang telah disepakati.

Budi menjelaskan kebijakan itu merupakan bagian dari kerja sama Kwarnas dengan TNI, Polri, hingga sejumlah perguruan tinggi. Langkah tersebut juga diharapkan dapat mendorong minat generasi muda untuk aktif dalam kegiatan kepramukaan.

"Setiap Pramuka Garuda ya, itu nanti yang dari Penegak yang memenuhi syarat atas sebagai Pramuka Garuda, bila mau jadi polisi bisa langsung tanpa tes. Ke TNI juga gitu, termasuk Perguruan Tinggi, dan sekarang itu sudah berjalan," terang Budi alias Buwas usai ziarah ke Makam Bung Karno, Selasa (4/8).

Menurut Budi, mekanisme rekrutmen melalui jalur Pramuka Garuda telah disempurnakan, termasuk dari sisi sistem penilaian agar sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku di masing-masing institusi.

Ia menilai keberadaan sertifikat Pramuka Garuda menjadi bukti bahwa kegiatan kepramukaan masih memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Program tersebut juga dinilai menjadi wadah untuk menjaring anggota terbaik dari berbagai daerah.

"Peminat Pramuka masih cukup tinggi sampai sekarang, terbukti dengan peserta Jambore Nasional yang mencapai 24 ribu peserta tahun ini. Seleksi Pramuka Garuda ini menjadi contoh dalam mencari anggota terbaik dari yang baik - baik, dari tingkat Kecamatan hingga Provinsi," jelasnya.

Budi juga menepis anggapan bahwa Pramuka sudah tidak lagi relevan. Menurutnya, kegiatan kepramukaan masih sejalan dengan kebutuhan pendidikan saat ini karena mengajarkan kepemimpinan, kedisiplinan, hingga pembentukan karakter. Ia menambahkan, kegiatan Pramuka masih diwajibkan bagi pelajar mulai jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

"Memang banyak orang skeptis pada Pramuka, tapi karena ketidaktahuan sebenarnya. Yang terjadi justru Pramuka memiliki nilai plus, diajari berbagai hal, kepemimpinan dan sebagainya. Dan Pramuka masih sangat relevan dengan situasi perkembangan pendidikan saat ini," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi usai mengikuti kegiatan ziarah di Makam Bung Karno bersama Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur. Kegiatan itu dilakukan sebagai upaya merawat sejarah sekaligus menanamkan semangat persatuan bangsa kepada anggota Pramuka.

Baca selengkapnya di sini.

(tim/isn)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK