KKI Terjun Investigasi Kasus Dokter dan Nakes Cibir Pasien BPJS

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 11:29 WIB
Ilustrasi Dokter / Alat Medis. CNN Indonesia/Andry Novelino
Ilustrasi. Konsil Kesehatan Indonesia akan investigasi komentar tidak empati tenaga kesehatan terhadap pasien BPJS di media sosial. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) akan melakukan investigasi terkait peristiwa dokter dan tenaga kesehatan yang berkomentar nirempati terhadap seorang pasien BPJS Kesehatan di media sosial.

Ketua KKI Arianti Anaya mengatakan KKI akan berkoordinasi dengan organisasi profesi untuk melakukan investigasi.

Ia mengatakan ada sanksi yang diberikan jika ditemukan pelanggaran dalam peristiwa itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KKI dan OP (organisasi profesi) akan berkoordinasi melakukan investigasi terhadap kejadian ini dan jika ada pelanggaran maka akan diberikan sanksi sesuai peraturan berlaku," kata Arianti saat dihubungi, Kamis (6/8).

Ia menyayangkan sikap dan komentar para tenaga kesehatan di media sosial yang tidak menggambarkan sikap seharusnya sebagai tenaga medis dan tenaga kesehatan.

"Setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan memiliki kewajiban untuk menjunjung tinggi profesionalisme, etika profesi, serta menjaga martabat profesi, termasuk dalam penggunaan media sosial," ujarnya.

KKI juga turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya pasien tersebut.

Peristiwa itu bermula dari curhatan seorang pasien melalui akun Threads miliknya, @yurizaltrich, pada 22 Juli 2026.

Dalam unggahan itu, pasien mengaku telah menunggu 8 jam dan tak kunjung mendapatkan ruangan untuk mendapatkan perawatan. Ia enggan mengungkap nama rumah sakit tempat ia berobat lantaran mendaftar lewat BPJS Kesehatan.

Hanya saja, unggahan pasien malah mendapat banyak komentar negatif. Tak sedikit yang merespons sinis atau dengan nada menghakimi dan merendahkan.

Dari sejumlah informasi dan temuan warganet, komentar-komentar nirempati pada unggahan @yurizaltrich beberapa di antaranya dilayangkan oleh akun milik tenaga kesehatan atau dokter.

Salah satu akun itu adalah @erudarahaadini, milik Elda Putri Rahardini yang disebut-sebut sebagai salah seorang dokter di RSUP Dr Sardjito. Dia pun meminta maaf dan mengakui komentarnya tidak pantas.

Belakangan, pasien itu dikabarkan meninggal dunia. Unggahan @yurizaltrich pun langsung jadi sorotan. Elda diketahui adalah dokter PPDS dari FK-KMK UGM yang bertugas di RSUP Dr Sardjito.

[Gambas:Youtube]

(yoa/isn)


[Gambas:Video CNN]