Pihak Eks Ketua Yayasan Buka Suara soal Temuan Narkoba dan CD Porno
Pihak mantan ketua yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan membantah sebagai pemilik narkoba hingga CD porno yang ditemukan di lokasi tersebut.
Diketahui, temuan narkoba hingga CD porno itu diunggah oleh pihak kuasa hukum dari sekolah. Mereka menyebut narkoba hingga CD porno itu ditemukan di sebuah ruangan pada Rabu (5/8) lalu.
"Nah kalau narkoba ini sama video porno ini apa ya itu vcd lagi, saya enggak tahu punya siapa, tapi yang pasti ya ditanyain ke pihak yang menguasai sejak April 2026 ini," kata Alhadid Endar Putra selaku kuasa hukum mantan ketua yayasan inisial IWD, saat dihubungi, Kamis (6/8).
Alhadid yang juga merupakan Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin ini hanya membenarkan bahwa temuan 995 senjata jenis airsoft gun itu adalah milik pihaknya. Kata dia, ratusan senjata itu juga legal dan memiliki izin.
"Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya," ucap dia.
Menurutnya, ratusan senjata airsoft gun itu sudah disimpan di lokasi itu sejak tahun 2020. Senjata itu diperuntukkan untuk ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.
"Dan semua orang juga tahu, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak. Untuk ekskul menembak tahun 2020. Karena ada pembinanya yang berinisial S," tutur dia.
Alhadid menegaskan senjata api (senpi) yang ditemukan di lokasi bukan milik PT Lokta. Namun, ia mengklaim mengetahui siapa sosok pemilik senpi tersebut.
"Senpi yang api itu bukan. Kita udah klarifikasi juga di Polres, itu ada pemiliknya dan itu ada izinnya juga. Kita kasih izinnya," ucap dia.
Sebelumnya, kuasa hukum pihak sekolah membeberkan total ada 995 senjata ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Hermawanto selaku kuasa hukum pihak sekolah mengatakan saat itu ruangan tersebut dibuka karena akan digunakan untuk kebutuhan siswa sekolah.
"Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain," kata Hermawanto kepada wartawan, Kamis.
Di sisi lain, Polres Metro Jakarta Selatan tengah menyelidiki temuan senapan angin (air gun) hingga senjata api (senpi) di salah satu ruangan di yayasan sekolah di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel).
"Polres Metro Jakarta Selatan telah menerima laporan dari masyarakat terkait temuan senjata (terdiri dari air gun dan senjata api) yang tersimpan di salah satu ruangan di yayasan sekolah yang berlokasi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang selanjutnya dibuat dalam bentuk Laporan Polisi tertanggal 15 Juli 2026," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo kepada wartawan, Kamis
(dis/isn)