Prabowo Hadiri Peluncuran Buku Bahlil, Pidato soal Kepemimpinan

CNN Indonesia
Jumat, 07 Agu 2026 17:28 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan seorang pemimpin tidak cukup bermodal keberanian, tetapi juga harus memiliki nilai kebaikan, kebajikan, dan empati. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara peluncuran buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Jakarta, Jumat (7/8).

Dalam acara itu Prabowo memberikan pidato sambutan soal kepemimpinan. Ia menyatakan seorang pemimpin tidak cukup bermodal keberanian, tetapi juga harus memiliki nilai kebaikan, kebajikan, dan empati.

"Berani tanpa kebajikan akan muncul sebagai pemimpin, tetapi mungkin pemimpin yang tidak hati-hati, pemimpin yang tidak arif, pemimpin yang ujungnya membahayakan yang dipimpin," kata Prabowo.

Prabowo menekankan pentingnya ketiga nilai itu. Ia menyebut keberanian saja tidak cukup untuk menjadi pemimpin.

Ia menyatakan keberanian tanpa kebajikan akan memunculkan pemimpin yang tidak hati-hati dan tidak arif. Menurutnya, pemimpin seperti itu justru membahayakan yang dipimpin.

Dalam kesempatan ini, Prabowo juga menyebut bahwa ada dua pendapat mengenai pemimpin, yakni pemimpin yang dilahirkan dan pemimpin yang dibesarkan.

Ia mengatakan ada pemimpin yang dilahirkan dari keluarga yang mapan, kaya, dan kuat. Di sisi lain, ada juga pemimpin yang dibesarkan dari keluarga yang sangat sederhana. Namun, Prabowo meyakini, DNA seorang pemimpin sudah ada sejak lahir.

"Jadi saudara-saudara, kondisi yang memberatkan, kondisi rintangan, kondisi hambatan justru kondisi-kondisi ini yang membesarkan seorang pemimpin," ujarnya.

Prabowo pun menyatakan orang yang tidak menghadapi hambatan, tidak menghadapi kesulitan, tidak mengalami penderitaan, kemungkinan besar tidak akan menjadi seorang pemimpin.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukanlah sebuah hadiah yang diterima secara cuma-cuma.

"Kepemimpinan itu didapatkan melalui kerja keras, melalui sikap, melalui nilai-nilai yang ada dalam diri seseorang," katanya.

(mnf/fra)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK