Dinsos Sulsel: Rekening Bansos Dipakai Judol Terbanyak Ada di Makassar

CNN Indonesia
Sabtu, 08 Agu 2026 03:45 WIB
Ilustrasi judi online. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Makassar, CNN Indonesia --

Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Malik Faizal menuturkan bahwa kasus rekening penerima bantuan sosial (bansos) yang diduga digunakan untuk transaksi aplikasi judi online (judol) banyak ditemukan di Kota Makassar daripada daerah lain di provinsi itu.

"Paling banyak di Makassar. Daerah kota. Kenapa kota? Karena di situ teknologi. Karena judol itu pakai teknologi," kata Malik, Jumat (7/8).

Namun, Malik mengaku pihaknya tidak memiliki data jumlah pasti dalam kasus tersebut.

"Kasus ini bersifat sangat dinamis dan bisa beruba dalam hitungan hari," ujarnya.

Persoalan rekening penerima bansos yang terindikasi judi online, menurut Malik tidak bisa disederhanakan. Pasalnya, kasus ini sangat kompleks dengan berbagai lata belakangnya.

"Kasusnya kompleks, berbeda-beda, tidak sama. Jadi ada yang rekeningnya dipakai judol, tapi orangnya tidak judol. Yang terhapus itu karena terindikasi judi online," katanya.

Malik menuturkan bahwa kasus serupa pernah terjadi di Kabupaten Takalar, penerima bansos yang merupakan seorang lansia harus kehilangan hak untuk mendapatkan bantuan, karena rekeningnya dipakai anaknya sendiri untuk bermain judi online tanpa sepengetahuannya.

"Kayak di Takalar itu, nenek-nenek yang punya (rekening) tapi dipakai judol sama anaknya," jelasnya.

Selain itu, kata Malik, pihaknya juga menemukan kasus seorang pendamping penerima PKH yang sama penerima memanfaatkan rekening penerima bantuan untuk transaksi judi online.

Sementara ini, kata Malik pihaknya menerapkan kebijakan selektif bagi penerima yang rekeningnya dipakai oleh orang lain tanpa sepengetahuan mereka untuk transaksi judi online dengan diberikan kesempatan untuk dinormalkan kembali dan tetap menerima bantuan.

"Saat ini, kita tengah melakukan "cleansing" data untuk memastikan penerima bansos benar-benar layak, sekaligus mengeluarkan mereka yang sudah tidak membutuhkan karena tingkat kesejahteraannya meningkat," ungkapnya.

Meski demikian, Malik mengaku jumlah penerima bansos di Sulsel mengalami peningkatan sekitar 10 ribu penerima untuk tahun 2026

"Jika pada Desember 2025 tercatat sekitar 300 ribu keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH), kini angka tersebut naik menjadi 311 ribu, bertambah sekitar 10 ribu penerima," pungkasnya.

(mir/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK