Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Madura Mulai Berjalan
Program bedah rumah keluarga siswa Sekolah Rakyat yang merupakan hasil kolaborasi Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mulai berjalan di Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Sebelumnya, telah dilaksanakan verifikasi lapangan yang memastikan seluruh persyaratan terpenuhi. Khusus untuk Kabupaten Sumenep, kuota tersedia sebanyak 50 titik. Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya sudah lolos verifikasi.
"Proses renovasi kemungkinan mulai bulan depan, kami masih menunggu SK penetapan," ujar Koordinator Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kabupaten Sumenep, Agung Candra, Sabtu (8/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan tersebut disampaikan saat verifikasi faktual bersama Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib, Tenaga Ahli Menteri Ahmad Rifai, Kasubag TU Dayamas Ronny Khalisadi Suryanegara, Penyuluh Sosial Pada Direktorat PSKMR Andi Rian Julian Asmar dan para pendamping PKH.
Verifikasi faktual yang disasar dilaksanakan di tiga titik pada Sabtu (8/8). Masing-masing adalah rumah Susanti di Dusun Pasar Kayu RT 1 RW 1 Desa Pabian, serta rumah Indri Novianti dan Ika Triani di Desa Panggarangan, Kecamatan Kota Sumenep.
"Ini segera kita proses, di Sekolah Rakyat tak hanya anaknya disekolahkan tapi orangtuanya juga diberdayakan," kata Staf Khusus Menteri Sosial, Ishaq Zubaedi Raqib.
Susanti, warga Desa Pabian, menyampaikan syukur bahwa keluarganya juga mendapat bansos PKH, BNPT, serta bantuan program pemberdayaan sosial ekonomi (PPSE).
"Dapat berupa barang freezer, untuk jualan es keliling di pasar malam," katanya.
Sementara di rumah Indri Novianti dan Ika Triani, Ishaq berpesan kepada tim PKP agar melakukan renovasi menyesuaikan kebutuhan penerima manfaat yang menjalankan usaha laundry.
"Sesuaikan profil rumahnya dengan usahanya, tempat laundry di mana segala macam," katanya.
Lebih lanjut, Ishaq juga meminta jajaran Kemensos untuk memberikan bantuan pemberdayaan kepada penerima manfaat agar dapat segera mandiri.
Secara nasional, Program 3 Juta Rumah menargetkan renovasi 10 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat, yang diimplementasikan lewat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
(rea/rir)[Gambas:Video CNN]