Bareskrim Gerebek Kelab Malam di Batam, Ekstasi Disimpan di Brankas

CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 11:41 WIB
Bareskrim Polri menggerebek HH Club di Batam, menangkap 32 orang terkait peredaran narkoba. Brankas berisi ekstasi ditemukan dalam operasi ini.
Bareskrim Polri menggerebek HH Club di Batam, menangkap 32 orang terkait peredaran narkoba. Brankas berisi ekstasi ditemukan dalam operasi ini. (Foto: Arsip Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali menggerebek kelab malam atau tempat hiburan malam di Batam, Kepulauan Riau, yang diduga dijadikan sarang narkoba.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan penggerebekan kali ini dilakukan di HH Club Planet 3.0 Pub & KTV, Batam, pada Senin (10/8) dini hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tim Gabungan Subdit IV dan Satgas NIC dipimpin Kombes Handik Zusen, Kombes Kevin Leleury dan AKBP Titus Yudho Ully, telah melakukan pengungkapan kasus peredaran narkoba di Tempat Hiburan Malam (THM)," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Eko mengatakan peredaran narkoba di kelab malam tersebut dilakukan oleh pihak manajemen. Ia menyebut sebanyak 32 orang ditangkap dalam operasi tersebut, beberapa juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Petugas Tim Gabungan mengamankan 32 orang dalam operasi tersebut, yang berstatus sebagai tersangka dan saksi beserta sejumlah barang bukti narkoba," tuturnya.

Kendati demikian, Eko belum merinci barang bukti narkoba apa saja yang berhasil diamankan saat penggerebekan itu dilakukan. Termasuk sudah berapa lama kelab malam tersebut melakukan aktivitas peredaran narkoba tersebut.

Sementara itu, Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Handi Zusen mengatakan dari penggerebekan itu, pihaknya mendapati ada sebuah brankas berwarna hijau yang dijadikan tempat penyimpanan inex atau ekstasi.

"(Brankas) isinya inex," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini para tersangka dan saksi yang diamankan masih menjalani pemeriksaan secara intensif untuk dilakukan pengembangan.

(tfq/wis)


[Gambas:Video CNN]