Kasus Senjata di Sekolah Jaksel, Puslabfor Lakukan Uji Sampel DNA

CNN Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026 10:14 WIB
Puslabfor Polri diterjunkan untuk menguji sampel DNA dalam penyelidikan kasus temuan ratusan senjata di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Arsip Istimewa
Jakarta, CNN Indonesia --

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri turut diterjunkan untuk menguji sampel DNA dalam penyelidikan kasus temuan ratusan senjata di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Pada Senin (10/8) kemarin, Sat Reskrim Polres Mereo Jakarta Selatan bersama Puslabfor Polri melakukan proses olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kanit Krimum Satreskrim Jaksel Ipda Alpino de Tech mengatakan total ada tiga ruangan yang diperiksa dalam olah TKP kemarin. Yakni, ruangan eks ketua pengurus yayasan, ruangan sekretaris dan ruangan sarana prasarana yayasan.

"DNA dari tiga ruangan sudah diambil sampelnya semua, tujuannya untuk mengecek siapa saja yang masuk atau yang pernah berkontaminasi di dalam tiga ruangan tersebut," kata Alpino kepada wartawan, Senin (10/8) malam.

Selain untuk menguji sampel DNA, kata Alpino, Puslabfor Polri juga dilibatkan untuk mengecek ada atau tidaknya barang-barang yang berkaitan dengan senjata api, senjata angin, amunisi maupun sparepart dari senjata.

Disampaikan Alpino, setelah proses olah TKP itu, pihaknya juga telah melepas garis polisi yang sebelumnya terpasang. Hal ini dilakukan agar lokasi tersebut bisa kembali digunakan oleh pihak yayasan sekolah.

"Dengan tadi sudah diperiksa oleh pihak Puslabfor, DNA dan dari bagian senjata sudah dicek, kemudian kami buka police line-nya agar bisa dimanfaatkan oleh pihak yayasan sesuai dengan ketentuannya," ucap dia.

Alpino sebelumnya menyebut olah TKP dilakukan guna memastikan tidak ada lagi barang-barang yang diduga berbahaya di lingkungan sekolah.

Dalam olah TKP itu, kata Alpino, pihaknya kembali menemukan sejumlah senjata jenis airsoft gun hingga amunisi. Barang bukti itu telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.

"Hasil temuannya masih sama, ada airsoft gun, ada juga amunisi, ada juga magasin airsoft gun, dan sparepart dari senjata, contohnya sasaran tembak dan gagang senjata. Itu aja. Totalnya ada 30 item yang telah ditemukan Puslabfor yang berkaitan dengan senjata, senjata angin, amunisi, dan sparepart-nya," tutur dia.

"Senjata airsoft gun itu sudah kondisinya menurut Puslabfor sudah rusak, sudah tidak utuh," sambungnya.

Sebelumnya, ratusan senjata berbagai jenis ditemukan di yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Temuan airsoft gun sebanyak 995, terdiri dari jenis revolver airsoft gun sebanyak 776 dan jenis pistol airsoft gun sebanyak 215," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo kepada wartawan, Jumat (7/8).

"Dan juga pada saat itu ditemukan juga empat pucuk senjata angin, senapan angin. Selain itu juga ditemukan satu pucuk senjata api merek Francispa. Kemudian juga ditemukan laras senjata panjang pabrikan sebanyak empat buah," sambungnya.

Kemudian, pada Rabu (5/8) juga ditemukan tiga pucuk airsoft gun. Ketiga airsoft gun itu masing-masing berjenis FN90, AK-47 serta M4 Carbine.

Joko menyebut untuk temuan senpi dan laras panjang saat ini telah diamankan di Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Sementara untuk airsoft gun dititipkan di Unit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Ditintelkam Polda Metro Jaya.

Selain senjata, kata Joko, juga ada temuan narkoba berupa dua linting diduga ganja dan satu paket diduga sabu pada Rabu lalu. Temuan narkoba itu saat ini tengah ditindaklanjuti oleh Satnarkoba Polres Jakarta Selatan.

(dis/gil)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK