Prabowo: Kita Butuh Investasi Besar, Tapi Rakyat Juga Harus Menikmati
Presiden RI Prabowo Subianto mengakui butuh investasi besar-besaran, tetapi di sisi lain tetap tidak boleh melupakan rakyat di daerah-daerah terpencil.
Ia menyampaikan itu di peresmian 3.395 jembatan TNI/Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI Angkatan Darat di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis (13/8).
"Mungkin kita bisa melakukan proyek-proyek yang lebih gemilang, ya kita butuh investasi besar-besaran, tapi kita baru mengerti dan kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil, rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar, harus menikmati kualitas hidup yang baik," kata Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo menyampaikan peresmian ini merupakan bukti bahwa Indonesia telah mencapai pencapaian penting dan besar.
Ia menyebut pemerintah hari ini memiliki rencana yang besar, tetapi di sisi lain juga tidak boleh luput akan hal-hal yang kadang dianggap kecil.
Prabowo mengatakan kehadiran jembatan-jembatan ini akan sangat berguna bagi masyarakat luas.
"Saudara-saudara telah membantu rakyat kita mengatasi kesulitan mereka yang tadinya berjalan berjam-jam sekarang lebih mudah untuk mereka, yang tadinya tidak dapat air atau sangat susah mendapat air, saudara telah memberi manfaat kepada banyak rakyat kita," ucap dia.
Prabowo pun menekankan bahwa TNI/Polri haruslah mengabdi sepenuhnya kepada rakyat.
Ia menekankan prajurit TNI/Polri merupakan tentara dan kepolisian rakyat.
Pada Kamis (13/8) hari ini, Prabowo meresmikan secara virtual Jembatan Merah Putih Presisi di sejumlah wilayah Indonesia.
Peresmian ini dipusatkan di Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
Lokasi jembatan yang menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 jiwa.
Program Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas Polri membantu menjawab kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
"Hingga saat ini, Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 jembatan secara swadaya di 30 Polda, dengan total panjang 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 2 juta masyarakat," kata Mensesneg Prasetyo Hadi dalam keterangannya, Kamis (13/8).
Jembatan-jembatan ini untuk membantu membuka akses antarkampung dan antardesa, meningkatkan keselamatan, serta memudahkan masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi.
Kehadiran jembatan yang aman dan layak ini pun diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga membuka akses pendidikan, pelayanan dasar, dan kegiatan ekonomi masyarakat.