Kebakaran Bromo Meluas 921,42 Hektare, Water Bombing Terkendala Kabut
Kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo terus bertambah. BPBD Jawa Timur mencatat area yang terbakar kini mencapai 921,42 hektare.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur Satriyo Nurseno dalam laporannya menyebut, luasan terdampak itu masih bisa bertambah, karena pendataan terus dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Luas area terbakar 921,42 hektare. Data berkembang dalam proses pendataan ulang," tulis Satriyo, Kamis (13/8).
Satriyo mengatakan, meski luasan area terbakar cukup besar, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dari peristiwa tersebut. Kebakaran itu berdampak ke sejumlah jenis vegetasi di kawasan Bromo.
"Vegetasi terdampak yakni cemara gunung, mentigen, akasia dan semak belukar. Korban jiwa nihil," katanya.
Tim gabungan jalur darat, kata Satriyo, saat ini memprioritaskan penanganan di kawasan yang menjadi titik konsentrasi api. Yakni di kawasan Bukit Cinta hingga ke arah Seruni Point.
"Tim gabungan jalur darat memprioritaskan upaya pemadaman di kawasan Bukit Cinta hingga mengarah ke Seruni Point, wilayah Dingklik," ujarnya.
Kendalanya, kata dia, medan yang terjal menyulitkan tim pemadam manual untuk menjangkau titik api. Sementara angin yang kencang membuat api cepat meluas.
Sementara operasi pemadaman dari udara melalui tiga helikopter water bombing sempat menghentikan operasinya pada siang hari, karena terkendala cuaca berkabut.
"Cuaca yang kurang mendukung, Berkabut dan Kepulan asap yang cukup tebal mempengaruhi visibilitas unit helikopter dalam operasi water bombing," kata dia.
Meski sempat terkendala cuaca, operasi water bombing pada Rabu (12/8) tetap berjalan menggunakan tiga unit helikopter dengan total capaian yang cukup signifikan.
"Total keseluruhan water bombing telah mencapai 29 Rit, atau 74.000 Liter," ucapnya.
Kebakaran di kawasan Bromo ini bermula pada Senin (3/8), sekitar pukul 17.00 WIB. Menyusul meluasnya titik api, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara seluruh akses wisata ke kawasan Gunung Bromo, sejak Sabtu (8/8) malam.
(frd/fra)
