Eks Duta Wisata Jatim Klarifikasi Tuduhan Paksa Pacar Aborsi

CNN Indonesia
Jumat, 14 Agu 2026 05:30 WIB
Eks Duta Wisata atau Wakil I Raka Raki Jawa Timur 2026, Tio Ferdian Rahmana, angkat bicara soal dugaan yang menyeret namanya belakangan ini. Ia disebut meminta sang kekasih melakukan aborsi.
Mantan Duta Wisata atau Wakil I Raka Raki Jawa Timur 2026, Tio Ferdian Rahmana angkat bicara soal dugaan meminta sang kekasih melakukan aborsi. (Dok. Istimewa)
Surabaya, CNN Indonesia --

Mantan Duta Wisata atau Wakil I Raka Raki Jawa Timur 2026, Tio Ferdian Rahmana angkat bicara soal dugaan meminta sang kekasih melakukan aborsi.

Melalui akun media sosial pribadinya, @tiofrhnm, Tio mengakui adanya komunikasi lewat WhatsApp kepada kekasihnya, namun menurutnya hal itu terjadi saat dirinya panik hingga ada informasi yang kurang tepat.

"Saya memohon maaf atas komunikasi WhatsApp yang kurang tepat. Saat itu saya dalam kondisi panik," tulis Tio, Kamis (13/8). CNNIndonesia.com telah mendapat izin dari yang bersangkutan untuk mengutip pernyataan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Tio menilai ada perbedaan antara narasi yang berkembang di media sosial dengan peristiwa yang ia ketahui dan alami sendiri. Ia menegaskan klarifikasi itu disampaikan untuk memberi penjelasan dari sudut pandangnya, bukan untuk menyerang pihak lain.

"Ada perbedaan antara informasi yang beredar dengan apa yang saya alami. Klarifikasi ini saya sampaikan untuk memberikan sudut pandang saya, bukan menyalahkan pihak lain," tuturnya.

Tio juga mengungkapkan, dirinya sebenarnya sudah mengetahui persoalan tersebut sebelum menjadi perhatian publik. Ia mengklaim sempat menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawab, namun tawaran itu disebut tidak disetujui oleh pihak terkait.

"Saya telah mengetahui persoalan ini sebelumnya dan menawarkan pernikahan sebagai bentuk tanggung jawab," ucap Tio.

Peraih gelar Juara 1 Cak dan Ning Surabaya 2023 ini turut mengklaim memiliki sejumlah bukti yang menurutnya bisa menjelaskan kronologi persoalan tersebut, kepada pihak berwenang.

"Saya juga memiliki bukti yang dapat menjelaskan kronologinya," ujarnya.

Pria yang aktif dalam kegiatan promosi pelestarian sejarah dan budaya di Kota Surabaya periode 2023-2026, serta pernah menjabat Duta Fisipol Unesa pada 2022 ini, berharap polemik yang berkembang tidak menjadi dasar penilaian terhadap karakter pribadi maupun keluarganya.

Tio pun menutup pernyataannya dengan meminta publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mendengar keterangan dari berbagai pihak.

"Saya berharap publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dari satu sisi cerita. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," ujarnya.

Sebelumnya diketahui Tio Ferdian Rahmana, runner-up Raka Raki Jawa Timur 2026 yang juga Cak & Ning Surabaya 2023, diduga memaksa pacarnya menggugurkan kandungan atau aborsi.

Dugaan itu ramai setelah beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp antara Tio dengan perempuan yang mengaku sebagai pacarnya, di media sosial Instagram hingga Threads.

Dalam unggahan yang menyebar, Tio diduga meminta seorang perempuan yang tengah hamil 12 minggu untuk menggugurkan kandungan, ke Singapura.

Merespons hal itu Pemerintah Kota Surabaya sudah resmi memecat Tio Ferdian Rahmana, sebagai tenaga non ASN di Staf Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, per Senin (10/8).

Kemudian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur juga resmi mencopot Tio Ferdian Rahmana sebagai Duta Wisata atau Wakil 1 Raka Jawa Timur 2026, per Selasa (11/8).

Di sisi lain, pihak aparat meminta korban dugaan pemaksaan aborsi oleh Tio Ferdian Rahmana, untuk segera melapor ke kepolisian.

Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari mengatakan, pihaknya memang sudah memantau kasus tersebut. Namun sejauh ini belum ada laporan dari pihak korban,

"Monitor, tapi sejauh ini belum ada laporan. Sebagai bahan dasar penyelidikan, kami imbau korban segera buat laporan," kata Melatisari, Senin (10/8).

(frd/fra)
placeholder