GEMPA NTT

Kabasarnas: Manggarai Timur Salah Satu Wilayah Terdampak Paling Parah

CNN Indonesia
Senin, 17 Agu 2026 17:58 WIB
Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan penjabat negara akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini bersama warga terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (kiri). (Tangkapan Instagram @pratikpratikno)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah terdampak cukup parah akibat gempa yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu wilayah yang cukup parah terdampak gempa. Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu masyarakat yang terdampak," kata Syafii dalam keterangannya, Senin (17/8).

Hari ini, Syafii bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau Posko Desa Ronting, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat berada di posko pengungsian, Syafii memberikan imbauan dan penguatan kepada masyarakat. Ia meminta warga tetap waspada dan menghindari bangunan yang berpotensi roboh karena gempa susulan masih mungkin terjadi.

Syafii juga mengajak masyarakat untuk saling membantu dan menguatkan dalam menghadapi situasi pascagempa. Menurutnya, kebersamaan antara pemerintah, petugas SAR, dan masyarakat sangat diperlukan agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik.

Selain meninjau posko pengungsian, Syafii juga mendampingi Tito menuju Posko SAR di wilayah Manggarai Timur. Dalam kesempatan tersebut, Syafii menegaskan komitmen Basarnas untuk terus memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan selama 24 jam di wilayah terdampak.

Pada pelaksanaan Operasi SAR hari ketiga, Basarnas mengerahkan 119 personel yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak. Sebanyak 11 personel ditempatkan di Kabupaten Nagekeo, 5 personel di Kabupaten Ende, 12 personel di Kabupaten Manggarai Timur, ditambah 14 personel dari tim pusat.

Selanjutnya, 21 personel berada di Kabupaten Sikka, 9 personel di Kabupaten Manggarai Barat dengan tambahan 23 personel dari tim pusat, serta 17 personel di Kabupaten Manggarai, khususnya wilayah Reo, bersama kru KN SAR 250. Selain itu, sebanyak 7 personel kru helikopter HR 3604 turut mendukung pelaksanaan operasi SAR.

Secara keseluruhan, penanganan pasca-gempa ini melibatkan 711 personel dari berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, BPBD, BMKG, PMI, Kementerian Perhubungan, Pelindo, Pelni, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

Lebih lanjut, Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR terus melakukan pencarian, pertolongan, evakuasi, serta pemantauan di sejumlah wilayah terdampak. Pengerahan personel dan sarana pendukung terus dikoordinasikan untuk memastikan penanganan masyarakat terdampak berjalan efektif dan optimal.

Basarnas memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung tetap terjaga selama operasi berlangsung, dengan prioritas utama keselamatan dan pertolongan masyarakat yang terdampak gempa.

(dis/har)
placeholder