Polisi Tangkap Pelaku Lempar Molotov ke Dua Pos Polisi Surabaya
Kepolisian telah menangkap seorang pengendara ojek online (ojol) berinisial YGM yang diduga menjadi pelaku pelemparan bom molotov ke dua pos pelayanan lalu lintas di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), yakni Pos Lantas Margorejo dan Pos Lantas Bundaran Waru, pada Sabtu (15/8).
Dalam video interogasi yang diunggah melalui akun Instagram Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan, @luthfie.daily, YGM mengungkapkan cara ia membuat dan melemparkan bom molotov tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Pakai botol kaca bekas minuman energi]... isinya bensin, yang satu enggak tembus, mlengse (meleset), kayak game PUBG itu loh," kata YGM, Selasa (18/8).
Saat diinterogasi Luthfie, YGM kemudian mengungkap motif di balik aksinya yang disebut berawal dari rasa sakit hati usai ditilang polisi.
"Info katanya ada arek gendeng (orang gila), kata warga kok enggak ditilang, habis itu saya ditilang," ujarnya.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Kombes Jules Abraham Abast membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan penangkapan dilakukan usai penyidik melakukan sejumlah langkah penyelidikan.
"Yang bersangkutan diamankan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan, antara lain melalui pemeriksaan saksi, analisis rekaman CCTV, serta pendalaman terhadap sejumlah petunjuk dan barang bukti yang diperoleh," kata Jules.
Jules mengatakan pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan secara intensif untuk mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
"Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Penyidik masih mendalami motif, rangkaian peristiwa, barang bukti yang ditemukan, serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain," ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga mengonfirmasi adanya anggota polisi yang terluka dalam peristiwa tersebut dan telah mendapatkan penanganan medis.
"Terkait adanya anggota kepolisian yang mengalami luka dalam kejadian tersebut, benar terdapat satu anggota yang mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis," katanya.
Meski demikian, Jules menegaskan pihaknya belum bisa menyimpulkan motif pasti pelaku karena proses penyidikan masih berjalan.
"Kami belum dapat menyampaikan kesimpulan mengenai motif maupun hal-hal lain yang masih menjadi materi pemeriksaan karena proses penyidikan masih berlangsung," ujarnya.
Jules memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional berdasarkan fakta dan alat bukti yang ada. Ia juga menegaskan situasi keamanan di Surabaya tetap kondusif pascakejadian.
"Kami juga memastikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Surabaya tetap aman, kondusif, dan terkendali. Pos pelayanan kepolisian yang menjadi lokasi kejadian tetap dapat digunakan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan," katanya.
Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh spekulasi maupun narasi yang belum terverifikasi terkait kejadian tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi, spekulasi, maupun narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya terkait kejadian tersebut," ujarnya.
