Tito: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen Penting Secara Gratis
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menugaskan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk membantu warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen kependudukan akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penerbitan kembali sejumlah dokumen penting, seperti KTP elektronik (KTP-el), akta kelahiran, dan Kartu Keluarga (KK).
"Saya akan segera perintahkan kepada Dirjen Dukcapil yang menangani urusan data kependudukan ini untuk koordinasi dengan Dukcapil kabupaten dan provinsi," kata Tito usai mengunjungi posko pengungsian Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Selasa (18/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito mengatakan pelayanan tidak hanya dilakukan melalui kantor Dukcapil. Tim Dukcapil juga akan diterjunkan langsung ke lokasi terdampak untuk membantu masyarakat mengurus dokumen yang hilang atau rusak.
Menurut dia, penerbitan kembali dokumen kependudukan relatif mudah karena data penduduk telah tersimpan secara digital di server Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.
Terlebih, Ditjen Dukcapil telah menggunakan teknologi face recognition atau pengenalan wajah yang dapat membantu proses verifikasi identitas masyarakat.
"[Pencetakan ulang] itu sangat mudah sekali dilakukan. Kenapa? Karena semua data yang ada, 290 juta [penduduk] Indonesia, hampir 98 persen datanya ada di server Kementerian Dalam Negeri, Dukcapil Kemendagri," terangnya.
Selain dokumen kependudukan, Tito menyampaikan akan berkoordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk pencetakan ulang surat tanah maupun berkas penting lainnya.
Ia juga akan berkomunikasi dengan kepolisian untuk pencetakan ulang Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus bagi korban gempa di NTT.
"Informasinya akan saya sampaikan kepada Menteri ATR/BPN dan juga kepada Kepolisian. Karena apa, waktu seperti di Aceh, di Sumatera Utara, [Sumatera] Barat, kita semua tiga ini turun. Ini dokumen-dokumen penting," jelasnya.
Mendagri Tito memastikan pencetakan ulang dokumen-dokumen penting tersebut dilakukan secara gratis sebagai bukti hadirnya negara kepada para penyintas gempa.
"Orang lagi susah jangan dibikin susah lagi, kita bantu. Dan juga dari saya akan sampaikan juga kepada Bapak Kapolri," tutupnya.
(inh)