Resmi Diluncurkan, IBMA Percepat Pendalaman Pasar Bulion Nasional

Advertorial | CNN Indonesia
Kamis, 20 Agu 2026 15:21 WIB
Resmi Diluncurkan, IBMA Percepat Pendalaman Pasar Bulion Nasional
Jakarta, CNN Indonesia --

Setahun setelah peluncuran, Bank Emas (bullion bank) nasional berhasil membangun fondasi dan menunjukkan besarnya potensi ekosistem bullion Tanah Air. Saat ini, bullion bank di Indonesia mengelola sekitar 177 ton emas, 153 ton emas di antaranya dikelola oleh Pegadaian, serta 24 ton emas oleh BSI.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI pekan lalu. Prabowo menilai Bank Emas Indonesia sebagai terobosan strategis yang mampu mengamankan aset nasional, memperkuat sistem keuangan, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Dalam pengembangannya, Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi dibentuk pada Selasa (18/8) untuk mendorong pengembangan pasar bullion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi serta penguatan ekosistem industri nasional.

Kehadiran IBMA diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi para pelaku industri dari hulu hingga hilir dalam memperkuat ekosistem pasar bulion. Pada saat bersamaan, juga menjadi mitra strategis dalam pengembangan kebijakan, peningkatan standar industri, serta penguatan daya saing pasar bullion regional dan global.

Dengan integrasi yang mempercepat hilirisasi emas, produk berbasis emas akan jadi lebih bervariasi. Hal ini diharapkan dapat mendorong daya saing Indonesia dalam pasar bullion Asia Tenggara.

Dipimpin Selfie Dewiyanti sebagai Ketua Umum dan Anton Sukarna sebagai Sekretaris Jenderal, IBMA beranggotakan perusahaan usaha pertambangan emas dan manufaktur serta pengolahan bijih menjadi emas batangan dan perak, perusahaan yang memperdagangkan emas batangan (bullion dealer), hingga perusahaan pembiayaan dan lembaga keuangan non-bank dengan izin di bidang industri bulion dan bank bulion.

Saat ini, PT Pegadaian (Persero) telah menjadi bagian IBMA, bersama Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Hartadinata Abadi, Tbk (HRTA), UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, serta ICDX Group.

Bagian IBMA lainnya termasuk PT Central Mega Kencana (CMK yang menaungi Merek Perhiasan Mondial, Frank & co. dan The Palace Jeweler), PT Sentral Kreasi Kencana (SKK Jewels), serta PT Laku Emas Indonesia.

IBMA akan semakin memperkuat peran bullion bank dengan hadir menjadi platform strategis yang membawa ekosistem bullion Indonesia ke tahap berikutnya dan dalam jangka panjang memperkuat posisi Indonesia di pasar bullion regional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pembentukan IBMA menandai fase baru pengembangan industri bullion Indonesia. Setelah fondasi regulasi dan kelembagaan berhasil dibangun melalui implementasi kegiatan usaha bullion, fokus berikutnya adalah menciptakan pasar yang semakin efisien, likuid, transparan, dan terintegrasi.

"Indonesia memiliki potensi emas yang besar. Tantangan kita bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan emas tersebut dikelola di dalam negeri sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. IBMA diharapkan menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bullion Indonesia," ujar Airlangga.

Bagi dunia usaha, penguatan ekosistem bullion tidak hanya membuka peluang pengembangan layanan keuangan berbasis emas seperti tabungan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas, tetapi juga menciptakan pasar yang lebih dalam (deeper market) dengan likuiditas yang semakin baik.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi industri, memperkuat pembiayaan sektor riil, dan menarik partisipasi investor domestik maupun internasional.

Pemerintah memandang pengembangan pasar bullion sebagai strategi transformasi ekonomi menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029, antara lain melalui program hilirisasi yang sejalan dengan Asta Cita.

Untuk itu, penguatan dilakukan secara menyeluruh melalui peningkatan kapasitas industri pengolahan emas, pengembangan jasa keuangan bullion, penyempurnaan regulasi, pemberian insentif fiskal, serta harmonisasi standar industri agar sejalan dengan praktik terbaik internasional.

Data World Gold Council menyebutkan, produksi emas Indonesia pada 2025 mencapai 104 ton yang menempatkan Indonesia berada pada peringkat 10 di dunia. Peningkatan investasi disebut sebagai pendorong utama pertumbuhan permintaan emas, baik dari sisi kepemilikan emas pada ETF Emas global yang memasuki tahun kedua terkuat sepanjang sejarah, maupun pembelian emas batangan dan koin yang mencapai level tertinggi dalam 12 tahun terakhir.

Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) sekaligus Ketua IBMA, Selfie Dewiyanti mengatakan, IBMA ditargetkan menjadi akselerator utama dalam membangun ekosistem perdagangan dan jasa bullion nasional yang transparan serta berdaya saing global.

Melalui penguatan wadah ini, seluruh pelaku industri didorong untuk menciptakan pasar bullion Indonesia yang kredibel, kompetitif, dan memenuhi standar internasional.

Langkah strategis tersebut diproyeksikan mampu membawa Indonesia bertransformasi dari sekadar negara produsen komoditas emas menjadi pusat perdagangan (bullion hub) terkemuka di kawasan regional, sekaligus memberikan kontribusi signifikan bagi perluasan investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dengan ekosistem yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bullion di kawasan yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Selfie.

Melalui penguatan ekosistem bullion yang terintegrasi dan berdaya saing global, seluruh anggota IBMA berkomitmen mengoptimalkan potensi emas nasional untuk mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pengembangan produk bullion, penguatan sinergi dengan sektor keuangan syariah, kemudahan berusaha, serta peningkatan literasi masyarakat akan terus didorong guna memperluas basis investor, serta meningkatkan pemanfaatan emas dalam sistem keuangan nasional.

Pembentukan IBMA turut menandai keseriusan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengidentifikasi peluang, menjawab tantangan, dan memperkuat arah kebijakan yang diperlukan dalam membangun rantai nilai emas nasional dari hulu hingga hilir.

Melalui kolaborasi ini, Indonesia diharapkan mampu mengembangkan inovasi produk keuangan dan perdagangan berbasis emas yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan. Sehingga potensi emas nasional dapat menjadi salah satu penggerak hilirisasi, penguatan sistem keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

(adv/adv)