Total Sudah 115 Hektare Karhutla di Muara Medak Muba Sumsel

CNN Indonesia
Jumat, 21 Agu 2026 15:03 WIB
Ilustrasi. Asap karhutla mengganggu aktivitas warga di Palembang, Sumatera Selatan. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan masih terjadi di sejumlah wilayah. Saat ini, konsentrasi pemadaman difokuskan di tiga area yang memiliki luasan terbakar cukup besar yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), dan Muara Enim.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto mengatakan karhutla di Muba terjadi di Muara Medak. Titik tersebut jadi salah satu lokasi dengan luasan karhutla terbesar di wilayah Sumsel.

"Muara Medak estimasi awal 115 hektare yang terbakar. Tim Manggala Agni di lokasi sudah hari ke-8 untuk melakukan pemadaman," ujar Ferdian, Kamis (20/8) dikutip dari detikSumbagsel.

Menurutnya, tim di lapangan masih terus melakukan upaya pemadaman. Operasi juga mendapat dukungan dari Satgas Udara untuk mempercepat penanganan titik api.

"Tim satgas udara hari ini membantu 1 helikopter water bombing, sedang prepare," ujarnya.

Menurutnya upaya penanggulangan karhutla di Muara Medak adalah semakin minimnya ketersediaan sumber air. Kondisi tersebut membuat tim belum leluasa menambah kekuatan personel di lapangan.

"Kendala saat ini ketersediaan air makin minim sehingga kami tidak leluasa menambah pasukan lagi. Satgas sedang mengupayakan alat berat," jelasnya.

Selain Muara Medak, titik karhutla di wilayah OKI juga menjadi perhatian. Ferdian menyebut luas area yang terbakar di sejumlah lokasi di OKI saat ini berada di kisaran 4-5 hektare.

"Kita coba terus melakukan pemadaman sedini mungkin sebelum meluas. Kerja-kerja tim darat didukung juga dari bantuan satgas udara," katanya.

Sementara itu, karhutla di wilayah Ogan Ilir, juga masih terjadi pada siang hingga malam hari. Namun, menurut Ferdian, kebakaran di wilayah tersebut dapat ditangani dalam hitungan jam.

Untuk memperkuat penanganan, Manggala Agni juga akan menggeser satu regu dari Daops Sarolangun, Jambi. Regu tersebut dijadwalkan mulai ditempatkan di posko lapangan Semambu pada Jumat (21/8) nanti, sembari menunggu tim rolling dari Jambi.

"Untuk Ogan Ilir seperti biasa serangan-serangan siang-malam, namun bisa diselesaikan hitungan jam biasanya," katanya.

Segel lahan hutan produksi

Kemenhut menyegel lahan hutan produksi terkait karhutla di wilayah Muba.

Balai Gakkum Kehutanan Sumatra di bawah Ditjen Gakkum Kemenhut menyelidiki kebakaran sekitar 25 hektare di kawasan Hutan Produksi di wilayah KPH Lalan Mendis, Muba. Lokasi tersebut berada pada areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT TCP.

Mereka melakukan verifikasi lapangan untuk mengidentifikasi titik awal kebakaran dan mengumpulkan bahan keterangan sebagai bagian dari proses penegakan hukum.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho menegaskan bahwa kejadian di Muba harus menjadi peringatan bagi seluruh pemegang izin kehutanan, untuk meningkatkan upaya perlindungan pada areal kerjanya selama periode rawan kebakaran.

"Musim kemarau dan kondisi El Niño meningkatkan risiko kebakaran, maka tanggung jawab pemegang izin juga harus meningkat. Setiap perusahaan wajib memastikan arealnya dijaga, sistem pencegahan berjalan, dan potensi kebakaran ditangani sejak dini. Jangan menunggu api membesar baru bertindak," kata Dwi dikutip dari detikSumbagsel.

"Jika ditemukan kesengajaan, kelalaian, atau ketidakpatuhan yang menyebabkan kebakaran, penegakan hukum akan berjalan. Ini menjadi peringatan bagi seluruh pemegang izin bahwa menjaga dan melindungi areal kerjanya merupakan bagian dari tanggung jawab usaha kehutanan," sambungnya.

Kebakaran di wilayah tersebut terjadi sejak 26 Juli 2026, dan berhasil dipadamkan Manggala Agni Daops Sumatera Selatan, BNPB, TNI, Polri, KPH, serta tim PT TCP. Sehingga api tidak meluas ke bagian hutan lainnya.

Berdasarkan hasil verifikasi awal, titik awal kebakaran diduga berasal dari areal kebun kelapa sawit dan pinang di dalam kawasan hutan pada areal PBPH PT TCP. Namun, temuan tersebut masih didalami untuk memastikan sumber dan penyebab kebakaran, status penguasaan lahan, serta pihak yang bertanggung jawab.

Tim Balai Gakkum Kehutanan Sumatera telah memeriksa pihak yang diduga menguasai dan mengelola lahan tersebut serta meminta keterangan sejumlah saksi. Pendalaman dilakukan terhadap kemungkinan adanya unsur kesengajaan maupun kelalaian, keterlibatan pihak lain, serta kepatuhan pemegang izin dalam menjalankan kewajiban perlindungan dan pengendalian kebakaran pada areal kerjanya.

Selain itu, tim juga memasang plang peringatan di lokasi sebagai penanda bahwa areal tersebut berada dalam pengawasan aparat penegak hukum dan sedang dalam proses penyelidikan.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK