31 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel, Kapolda Perintahkan Mitigasi

CNN Indonesia
Sabtu, 22 Agu 2026 00:04 WIB
Polda Sumatera Selatan mencatat 31 titik panas di Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir.
Polda Sumatera Selatan mencatat 31 titik panas di Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. (CNN Indonesia/Hafidz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Sumatera Selatan mencatat ada 31 titik panas atau hotspot yang terkonsentrasi di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Sandi Nugroho meminta seluruh jajaran untuk segera memverifikasi temuan titik panas agar dapat memitigasi potensi kebakaran sebelum meluas.

"Langkah konkret apabila ada titik api itu yang perlu kita jadikan tolok ukur. Tim yang sudah dibentuk harus segera merespons dan menindaklanjuti," ujar Sandi dalam arahannya, Jumat (21/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia memerintahkan agar informasi titik panas yang diperoleh melalui sistem pemantauan seperti SiPongi atau Lancang Kuning segera diteruskan ke command center masing-masing Polres untuk ditindaklanjuti tim maupun aatgas yang telah dibentuk.

Sandi mengingatkan seluruh Polres jajaran agar dapat meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah pencegahan, mitigasi, dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Menurutnya, penanganan Karhutla tidak hanya bisa berfokus pada aspek penanggulangan semata, tetapi juga pada pencegahan.

Pendekatan tersebut memungkinkan langkah sosialisasi, edukasi, mitigasi hingga penanganan kedaruratan dilakukan sejak dini.

"Memang titik api tidak bisa kita tolak, tetapi bisa kita cegah dan kita mitigasi. Upaya-upaya yang dilaksanakan selama ini sudah berjalan cukup bagus, tinggal dijaga dan ditingkatkan pelaksanaannya," tegasnya.

Di sisi lain, ia juga meminta seluruh jajaran untuk kembali mengecek embung, sekat kanal, sumber air serta ketersediaan sumur bor sebagai bagian dari kesiapan pemadaman.

Hal tersebut dinilai penting karena kondisi kekeringan mulai terlihat. Termasuk penurunan permukaan Sungai Musi sekitar dua meter serta tidak adanya hujan selama hampir satu bulan.

"Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Setiap informasi hotspot harus segera diverifikasi dan ditindaklanjuti di lapangan. Sinergi seluruh unsur menjadi kunci agar potensi Karhutla dapat ditekan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan," katanya.

(tfq/isn)
placeholder