Api di Taman Nasional Way Kambas Padam, Seluruh Gajah Terpantau Aman

CNN Indonesia
Minggu, 23 Agu 2026 15:01 WIB
Hutan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, terbakar.
Taman Nasional Way Kambas, Lampung kebakaran. Dok. Istimewa via Detikcom
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung berhasil dipadamkan. Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di habitat alami maupun di Pusat Konservasi Gajah dipastikan tidak terdampak langsung.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribad menjelaskan kebakaran di kawasan Resor Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 19.00 WIB.

"Berdasarkan pemantauan Balai Taman Nasional Way Kambas, kelompok gajah liar berada di wilayah utara taman nasional, jauh dari lokasi kebakaran. Sementara itu, gajah yang berada di Pusat Konservasi Gajah juga berada di area yang tidak terdampak," tuturnya mengutip Antara, Minggu (23/8)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan demikian, gajah liar maupun gajah di Pusat Konservasi Gajah terpantau aman dan tidak terdampak langsung oleh kejadian tersebut. Petugas tetap melanjutkan pemantauan terhadap pergerakan satwa dan kondisi kawasan untuk memastikan perlindungan satwa liar berjalan optimal.

Polisi buka suara

Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menyebutkan bahwa Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

"Titik api yang sebelumnya sulit dijangkau karena kondisi medan dan hembusan angin kencang berhasil dipadamkan setelah sekitar 200 personel gabungan dikerahkan ke lokasi," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengutip Antara.

Ia mengatakan bahwa pemadaman dilakukan sejak pukul 16.00 WIB hingga titik api dinyatakan padam sekitar pukul 19.30 WIB pada Sabtu (22/8). Keberhasilan pemadaman tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat di lapangan.

"Alhamdulillah, titik api di kawasan Taman Nasional Way Kambas berhasil dipadamkan pada pukul 19.30 WIB. Personel gabungan bekerja maksimal untuk memastikan api tidak kembali meluas," kata dia.

Kebakaran itu sendiri terjadi sejak Jumat (21/8) di wilayah Resor Kuala Penet dengan area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 673 hektare. Angka tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui berdasarkan hasil verifikasi lapangan.

Penanganan kebakaran melibatkan sekitar 250 personel gabungan dari Balai Taman Nasional Way Kambas, Polda Lampung, Polres Lampung Timur, Kodam, Kodim Lampung Timur, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, mitra kerja taman nasional, Masyarakat Mitra Polhut, kelompok tani hutan, koperasi, dan Masyarakat Peduli Api.

Pengendalian di lapangan turut dipantau langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Kapolres Lampung Timur, Dandim Lampung Timur, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Timur.

Dia menuturkan upaya pemadaman menghadapi tantangan berupa karakteristik lahan gambut, sulitnya akses menuju lokasi, serta sumber air yang berada cukup jauh dari area kebakaran. Sebagian lokasi bahkan harus dijangkau personel dengan berjalan kaki.

Setelah pemadaman, personel gabungan melakukan pendinginan dan pemantauan lanjutan guna memastikan tidak terdapat titik api yang kembali muncul. Langkah ini penting mengingat karakteristik lahan gambut yang memerlukan kewaspadaan untuk mencegah potensi kebakaran berulang.

(tim/dal)
placeholder