Sempat Padam, Karhutla Gunung Arjuno-Welirang Kembali Berkobar

CNN Indonesia
Selasa, 25 Agu 2026 17:37 WIB
Ilustrasi. Upaya penanggulangan karhutla. ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Surabaya, CNN Indonesia --

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo, Jawa Timur (Jatim) kembali berkobar, Selasa (25/8).

Sebelumnya karhutla di salah satu gunung yang jadi favorit pendakian itu sempat dinyatakan padam, Jumat (21/8).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto, yang memantau langsung area terdampak dari helikopter membenarkan kondisi tersebut.

Gatot mengatakan, berdasarkan pantauan udaranya, meski beberapa titik berhasil dijinakkan, masih ada dua titik api menyala dengan asap membumbung tinggi di area bawah puncak.

Menurutnya, kondisi cuaca pegunungan yang tidak menentu membuat sisa-sisa titik api kembali menyala. Hal itu memaksa tim gabungan untuk kembali mengintensifkan operasi pemadaman.

"Pada tanggal 21 [Agustus 2026] Jumat, sebetulnya api sempat padam. Tapi karena cuaca, api menyala lagi," kata Gatot, Selasa ini.

Usai menemukan titik api baru di lokasi, Gatot pun langsung mengerahkan unit Helikopter PK-DAP berkapasitas 1.000 liter untuk melakukan pemadaman melalui udara atau water bombing. Meski begitu, katanya, ada juga kendala cuaca yang selalu membayangi.

"Mulai saat itulah kita laksanakan water bombing. Hanya saja, karena cuaca di Arjuno ini mudah berubah, maka water bombing tidak selalu bisa kita laksanakan," terang Gatot.

Gatot berharap operasi water bombing hari ini bisa berjalan maksimal agar api di kawasan Arjuno-Welirang bisa segera tuntas dipadamkan sepenuhnya.

Hingga pukul 12.00 WIB, helikopter tersebut telah beroperasi sebanyak delapan sortie dan menumpahkan 8.000 liter air ke titik karhutla.

Fokus utama pengeboman air ini adalah dua titik api di bawah puncak Gunung Arjuno yang sangat sulit dijangkau tim pemadam jalur darat.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi BPBD Jawa Timur, karhutla ini telah mengakibatkan kerusakan ekologis yang cukup luas. Tercatat hingga saat ini, luasan area terdampak kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang mencapai 146,85 hektare.

Meski operasi udara digencarkan, Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekosistem Dinas Kehutanan Jawa Timur, Purnomo Probo Nugroho, mengatakan penanganan darat tidak dikesampingkan. Pergerakan personel darat terus berlanjut.

Sebanyak 30 personel gabungan dari Tim Tahura R Soerjo, Manggala Agni, BPBD Kabupaten Pasuruan, TNI, Polri, serta relawan terus merangsek naik melakukan pemadaman manual. Mereka bergerak menyisir titik api melalui dua jalur pendakian, yakni jalur Sumber Brantas di Kota Batu dan jalur Tretes di Pasuruan.

"Untuk vegetasi yang terbakar, mayoritasnya cemara gunung. Selebihnya, adalah alang-alang dan semak belukar," kata Purnomo.

Sebelumnya diberitakan karhutla di kawasan Tahura Raden Soerjo di Gunung Arjuno-Welirang mulai terjadi sejak Selasa (18/8).

Imbas kebakaran itu, jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup sementara sejak Rabu (19/8) hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan itu berdasarkan surat pengumuman yang dikeluarkan UPT Tahura Raden Soerjo Nomor 500.4.6.10/1276/123.7.2/2026.

(frd/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK