XTB Indonesia Tambah Produk CFD, dari Saham Amerika Serikat ke Emas

Advertorial | CNN Indonesia
Senin, 24 Agu 2026 14:30 WIB
adv rankpillar
Foto: uploader
Jakarta, CNN Indonesia --

PT XTB Indonesia Berjangka resmi meluncurkan perdagangan CFD (contracts for difference) setelah memperoleh persetujuan regulasi dari BAPPEBTI. Melalui produk ini, klien XTB Indonesia kini dapat memperdagangkan CFD pada Emas, Perak, Minyak, Palladium, dan Gas Alam langsung dari aplikasi XTB.

Produk baru ini melengkapi rangkaian yang sudah tersedia sebelumnya, lebih dari 650 saham AS dan ETF global, serta fitur Investment Plan untuk investasi jangka panjang yang terstruktur.

Dengan demikian, pengguna Indonesia dapat mengakses instrumen investasi jangka panjang sekaligus instrumen perdagangan jangka pendek dalam satu platform yang sama.

Peluncuran ini berlangsung di tengah pertumbuhan pesat XTB di Indonesia. Berdasarkan data internal perusahaan, jumlah akun yang terdanai tumbuh sebesar 741,51% di Semester I 2026 dibandingkan Semester II 2025, sementara posisi net deposit kumulatif meningkat 600% di Juni 2026 dibandingkan Desember 2025.

Direktur Utama PT XTB Indonesia Berjangka, Jodhi Gahara Aji, menyampaikan bahwa pertumbuhan pesat yang terjadi mencerminkan pergeseran cara masyarakat Indonesia memandang investasi.

"Seiring investor mencari diversifikasi yang lebih besar dan akses ke pasar global, kami terus memperluas penawaran kami untuk memenuhi kebutuhan mereka yang terus berkembang. Kehadiran CFD memberikan klien kami fleksibilitas yang lebih besar dan lebih banyak cara untuk mengelola strategi investasi tingkat lanjut," ujarnya.

CFD merupakan produk derivatif dengan leverage yang memiliki karakteristik risiko berbeda dari investasi saham atau ETF. XTB menyediakan materi edukasi dan kursus interaktif di dalam aplikasi untuk membantu pengguna memahami cara kerja dan risiko masing-masing produk sebelum bertransaksi.

Chief Executive Officer (CEO) XTB, Omar Arnaout, menyatakan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu pasar pertumbuhan yang paling menjanjikan bagi pihaknya.

"Kemajuan yang kami capai dalam beberapa bulan terakhir mengkonfirmasi besarnya potensi negara ini dan komitmen jangka panjang kami untuk mengembangkan bisnis di sini. Mendapatkan lisensi CFD dan meluncurkan produk baru ini merupakan langkah penting dalam memperkuat posisi kami di Asia Tenggara," kata dia.

Sebagai informasi, secara global aplikasi investasi XTB kini melayani hampir 3 juta klien di seluruh dunia. Di Indonesia, XTB beroperasi melalui PT XTB Indonesia Berjangka di bawah pengawasan BAPPEBTI, OJK, dan Bank Indonesia.

(adv/adv)