Prabowo: Tanpa NU-Muhammadiyah Tak Mungkin Saya Jadi Mandataris Rakyat

CNN Indonesia
Kamis, 27 Agu 2026 18:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Untung Suropati, Tambak Rejo, Jombang, Kamis (27/8).
Prabowo singgung NU dan Muhammadiyah di Muktamar. (Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto mengaku takkan pernah menjadi Presiden RI jika tanpa dukungan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

"Kalau saya sebagai Presiden, ya, mandataris rakyat, ya jelas tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah tidak mungkin saya jadi mandataris rakyat," kata Prabowo dalam pidatonya di Pembukaan Muktamar ke-35 NU, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8).

Prabowo menyebut bahwa NU merupakan institusi bersejarah dan memiliki peran yang sangat besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun menyatakan, sebagai Presiden RI, pikirannya senantiasa berupaya untuk terus memperkuat dan memberdayakan Nahdlatul Ulama ke depan.

"Dan saya tidak ragu-ragu, saya berpikir terus bagaimana saya membesarkan, memperkuat, memberdayakan Nahdlatul Ulama, pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah," ujarnya.

Prabowo juga menyebut jika bangsa Indonesia mau maju, maka pemerintahnya pun harus senantiasa dekat dengan NU dan Muhammadiyah.

(mnf/dal)
placeholder