Muhammadiyah Buka Posko Kesehatan dan Makanan Gratis di Muktamar NU
Di tengah gegap gempita pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, tersimpan kisah sederhana wujud kerukunan antar dua ormas Islam terbesar di Indonesia.
Muhammadiyah, memilih ikut ambil bagian dalam gelaran muktamar NU-35, bukan sebagai tamu, tapi sebagai saudara yang turut menyukseskan hajatan lima tahunan warga Nahdliyin tersebut.
Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Jombang turut ambil bagian mendukung kelancaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Dukungan itu diwujudkan mulai dari posko pembagian konsumsi gratis, layanan kesehatan, hingga bantuan pengamanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penanggung Jawab Posko Muhammadiyah untuk Muktamar NU ke-35 sekaligus Bendahara PD Muhammadiyah Jombang, Sugeng Santoso, mengatakan, langkah tersebut merupakan wujud kerja sama dan kerukunan yang selama ini terjalin antara Muhammadiyah dan NU di Jombang.
"Kami dari pimpinan itu sudah akrab setiap bulan mengadakan acara. Kalau di NU punya hajat kami ikut berpartisipasi, kita menjalin kerukunan ya. Kita menjalin kerja sama biarpun kita beda-beda [cara] ibadah," kata Sugeng saat ditemui di poskonya, Minggu (30/8).
Ia menambahkan langkah tersebut murni dilandasi semangat kemanusiaan dan keinginan warga Muhammadiyah di Jombang untuk menyukseskan Muktamar NU ke-35, tanpa ada kepentingan lain di baliknya.
"Jadi kami harus bagaimana menjaga, menunjukkan kepada masyarakat kami warga Jombang yang secara kemanusiaan kita harus membantu. Jadi kita tidak kepingin apa-apa ndak, karena kami sebagai warga Jombang ingin mensukseskan, maka salah satu cara mensukseskan adalah ya model kita seperti ini kita buka posko begitu," ucapnya.
Layanan kesehatan gratis Muhammadiyah di Muktamar NU. Foto: CNN Indonesia/Farid |
Sugeng menyebut, sebelum mendirikan posko, pihaknya lebih dulu menyampaikan rencana dan meminta izin kepada Ketua Panitia Lokal Muktamar NU-35, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozak.
Gayung pun bersambut, panitia lokal mempersilakan PD Muhammadiyah Jombang untuk membuka posko di sekitar lokasi muktamar. Di tahap awal mereka pun menyiapkan 10 ribu cup bakso, 10 ribu butir telur rebus, dan ribuan minuman hangat untuk dikonsumsi para muktamirin.
"Kami dari pihak Muhammadiyah juga turut bangga Jombang jadi tuan rumah. Maka kami juga ikut bahagia, kebahagiaan kami dari Muhammadiyah bagaimana kami juga ikut mensukseskan muktamar dengan kami membantu," ucapnya.
Untuk mendukung produksi bakso dalam jumlah besar, Sugeng menyebut pihaknya menurunkan mobil dapur umum milik PW Muhammadiyah Provinsi Jawa Timur yang ditarik khusus ke Jombang.
Karena antusiasme tinggi, Sugeng mengungkapkan jumlah bakso yang disediakan posko bahkan melampaui target awal 10 ribu porsi menjadi 12 ribu lebih porsi bakso.
"Kami selama tiga hari sampai pagi tadi sudah menghabiskan 12.600 cup bakso. Itu melebihi estimasi awal," katanya.
Selain konsumsi, Muhammadiyah turut menyiapkan layanan kesehatan bagi para muhibbin dan muktamirin yang mengalami gangguan kesehatan selama acara berlangsung. Jenis pemeriksaan yang dilakukan meliputi cek tekanan darah hingga penanganan awal bagi pengunjung yang mengalami keluhan.
Sugeng menyebut awalnya hanya empat rumah sakit di Jombang yang menerjunkan tenaga kesehatannya, namun kebutuhan itu kemudian dibantu oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dengan menggandeng rumah sakit dari daerah sekitar.
"Ya ada tes tekanan darah, ada yang pusing dikasih obat," ujarnya.
Selain posko konsumsi dan kesehatan, dukungan Muhammadiyah terhadap Muktamar ke-35 NU juga terlihat dari sektor keamanan melalui penerjunan personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam).
Setidaknya ada 100-200 personel Kokam diturunkan untuk membantu Banser, Pagar Nusa, serta aparat TNI-Polri menjaga kelancaran arus lalu lintas dan kondusivitas di kawasan luar pesantren.
(frd/gil)

