Menhan Sjafrie: Jepang Kirim Pesawat Bantu Tangani Karhutla

CNN Indonesia
Senin, 31 Agu 2026 14:18 WIB
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) dan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi (kiri) pada 4 Mei 2026 di Indonesia
Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi (X @Shinjirokoiz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan Jepang akan mengirim pesawat untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Ia menyebut hal itu merupakan bentuk kerja sama antara Kementerian Pertahanan RI dengan Kementerian Pertahanan negara sahabat.

"Untuk diketahui bahwa kami juga dalam kerja sama pertahanan dari negara-negara sahabat, juga kami menerima bantuan dari negara sahabat, Jepang, yang memberikan bantuan bilateral antara kedua Kementerian Pertahanan dalam bentuk mengirim pesawat untuk mengatasi kebakaran hutan di wilayah kita," kata Sjafrie di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (31/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia meminta semua pihak terkait untuk gotong-royong memitigasi karhutla.

Sjafrie salah satunya meminta para pengusaha-pengusaha untuk mengerahkan alat-alat yang dimiliki.

"Tadi saya sudah kasih tahu, itu pengusaha-pengusaha yang punya alat berat, alutsista, helikopter water bombing," ujarnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya menyebut titik panas atau hotspot kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di wilayah Kalimatan Barat dan Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali bertambah pada Minggu (30/8).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan hotspot di Kalbar per hari ini tercatat ada 3.824 titik atau bertambah 453 titik.

"Di Kalimantan Barat kita melihat di sini bahwa hotspot hari ini memang bertambah lagi sebanyak hari ini sebanyak 453 titik untuk titik panas, dan untuk titik apinya berturut, turun menjadi eh 16," kata Berton dalam konferensi pers, Minggu.

Kemudian untuk di Kalteng per hari ini hotspot tercatat ada 5.391 titik atau bertambah sebanyak 876 titik. Sedangkan untuk titik api turun 23 titik menjadi 56 titik.

Sementara itu Kalimantan Selatan (Kalsel), hotspot tercatat ada sebanyak 1.077 titik atau turun sebanyak 279 titik. Lalu, untuk titik api turun sebanyak 279 titik menjadi 52 titik.

"Jarak pandang (di tiga provinsi itu) relatif rendah, antara 1 sampai 1,5 kilometer," ucap Berton.

Selanjutnya, di Provinsi Riau hotspot tercatat berkurang satu titik menjadi 264 titik, sedangkan titik api bertambah lima titik menjadi 12 titik. Kemudian untuk jarak pandang sekitar 5 km.

"Di Sumatera Selatan, titik panas signifikan berkurang menjadi 804 titik, sedangkan titik apinya bertambah delapan menjadi 18 titik. Jarak pandang 2,4 km," tutur Berton.

" Di Jambi, titik panas bertambah menjadi 135 titik, sedangkan titik api tetap empat titik dengan jarak pandang sekitar 3,5km," sambungnya.

(yoa/gil)
placeholder