Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Permukiman Warga di Gambir Jakpus

CNN Indonesia
Senin, 31 Agu 2026 21:15 WIB
ilustrasi ledakan
Ilustrasi. Polisi selidiki kebakaran yang hanguskan 114 rumah di Jalan Batu Ceper, Jakarta Pusat. (istockphoto/DaveAlan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi turun tangan menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah warga di Jalan Batu Ceper 8, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

"Masih didalami ya penyebab kebakaran, karena api itu sangat cepat dan angin juga kencang sekali dan saat ini tim identifikasi forensik untuk standby untuk melakukan penyisiran apabila nanti pendinginan sudah dilakukan," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal Maulana kepada wartawan, Senin (31/8).

Polisi juga bakal mendalami di mana titik api pertama kali muncul hingga akhirnya merambat ke bangunan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu masih kita dalami, karena ada informasi masyarakat yang nanti akan kita dalami," ucap dia.

Mirzal menyebut saat ini tim tanggap bencana juga telah mendirikan posko di dekat lokasi untuk membantu proses pendataan dan penangan pascabencana.

"Ini dibuat posko oleh tim tanggap bencana. Kita buat posko untuk bisa mengidentifikasi, termasuk melakukan perawatan terhadap masyarakat yang kena dampak atas kebakaran ini," tutur dia.

Sebelumnya, kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Batu Ceper 8, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (31/8). Informasi soal kebakaran itu dilaporkan ke pihak damkar pada pukul 13.40 WIB.

"Objek rumah tinggal semi permanen," demikian dikutip dari data Command Center Damkar.

Sebanyak 29 unit mobil pemadam dan 135 personel dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memadamkan si jago merah. Proses pemadaman dimulai pukul 13.46 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan pukul 16.17 WIB.

Akibat kebakaran itu dilaporkan sebanyak 114 rumah hangus terbakar dan 880 jiwa terdampak.

"Berdasarkan pendataan sementara dari pihak Kecamatan, total 114 rumah terdampak, ada 310 KK (Kartu Keluarga), dan 880 jiwa ya yang terdampak," kata Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Syarifudin kepada wartawan, Senin.

(dis/isn)
placeholder