Operasi Karhutla Kalbar Terkendala Visibilitas hingga Air Terbatas
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ungkap adanya sejumlah kendala dalam operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar).
"Operasi masih menghadapi kendala berupa tingkat daya lihat yang masih rendah visibilitas yang rendah, kemudian lahan gambut yang sulit dipadamkan, dan keterbatasan sumber air," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers, Selasa (1/9).
Ia menyatakan bahwa tantangan ini dihadapi dalam operasi penanganan karhutla yang dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara.
Terlepas dari itu, Berton menjelaskan bahwa satgas darat telah berhasil melakukan pemadaman di 10 kabupaten di Kalbar. Kabupaten ini meliputi Kubu Raya, Bengkayang, Mempawah, Kayong Utara, Sintang, Sekadau, Kapuas Hulu, Landak, Ketapang, Sambas, dan Kota Singkawang.
"Luas daerah yang bisa dipadamkan ini luar biasa sebesar 262 hektare," lanjutnya.
Sementara itu, satgas udara melakukan upaya patroli untuk pemantauan titik api baru maupun yang belum padam. Hasil pantauan ini lalu dikomunikasikan untuk upaya pemadaman, contohnya melalui operasi water bombing.
"Water bombing dilakukan oleh lima unit helikopter dengan air yang berhasil dijatuhkan sebesar 724.000 liter air. Luas yang dipadamkan sekitar 11 hektare lebih," kata Berton.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilaporkan telah dilakukan sebanyak satu kali dengan menebarkan 1.600 kg NaCl.